Catat Rekor, Realisasi Investasi di Jateng Capai Rp88,50 Triliun pada 2025

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat. 

Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, dari total realisasi investasi Jateng sepanjang 2025, Rp50,86 triliun di antaranya merupakan penanaman modal asing (PMA). Sementara Rp37,64 triliun lainnya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN). 

Sementara itu realisasi investasi di Jateng pada 2024 adalah Rp68,67 triliun. Jika dibandingkan pada 2025, terdapat peningkatan Rp19,83 triliun atau 28,88 persen.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menilai, nilai realisasi investasi pada 2025 menunjukkan provinsinya semakin dipercaya para investor. "Kami berkomitmen menjadi manajer marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah," ucapnya, Rabu (21/1/2026). 

Menurut Luthfi, melonjaknya investasi di Jateng dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya perizinan yang kian sederhana. “Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu,” ujarnya. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng Sakina Rosellasari mengungkapkan, terdapat lima daerah di Jateng yang menonjol dalam realisasi PMA dan PMDN pada 2025. Mereka yakni Kabupaten Kendal (Rp15,86 triliun), Kota Semarang (Rp11,15 triliun), Kabupaten Demak (Rp9,06 triliun), Kabupaten Batang (Rp6,73 triliun), dan Kabupaten Semarang (Rp4,38 triliun). 

Sakina menilai, pemerataan investasi di wilayah Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat. “Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya. 

Dia menerangkan, realisasi investasi Jateng pada 2025 didominasi industri pengolahan, yakni industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun. Kemudian disusul industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi dengan nilai mencapai Rp9,70 triliun. Industri karet dan plastik menempati posisi berikutnya dengan nilai investasi sebesar Rp8,96 triliun. 

Selain itu, terdapat dua industri lainnya yang menyumbang realisasi investasi terbesar di Jateng, yaitu industri tekstil sebesar Rp7,97 triliun serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp7,47 triliun.

Menurut Sakina, dominasi sektor manufaktur memperkuat posisi Jateng sebagai basis industri nasional. “Ini sejalan dengan strategi kami mendorong hilirisasi dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dari sisi negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jateng pada 2025 adalah Hong Kong (Rp12,92 triliun), Singapura (Rp11,43 triliun), Republik Rakyat China (Rp10,13 triliun), Korea Selatan (Rp4,96 triliun), dan Samoa Barat (Rp2,96 triliun). 

Sakina mengatakan, dengan capaian investasi yang tertinggi pada 2025, Pemprov Jateng akan terus berupaya menjaga kepercayaan investor asing dan domestik. “Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas-sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” ucapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |