CEO Juventus Damien Comolli Diskors dan Didenda Usai Bentrok dengan Wasit di Serie A

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Chief Executive Officer (CEO) Juventus Damien Comolli dijatuhi sanksi larangan beraktivitas hingga 31 Maret 2026 oleh hakim olahraga Serie A. Hukuman tersebut diberikan menyusul insiden konfrontasi dengan wasit dalam laga kontra Inter Milan, akhir pekan lalu.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (17/2/2026), hakim memutuskan Comolli menunjukkan sikap “agresif dan sangat mengintimidasi” wasit Federico La Penna di lorong stadion saat jeda babak pertama. Ia bahkan disebut mencoba melakukan kontak fisik sebelum akhirnya ditahan staf Juventus.

Laga yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Sabtu (14/2/2026), itu diwarnai ketegangan setelah bek Juventus Pierre Kalulu menerima kartu merah kontroversial tepat sebelum turun minum.

Selain skorsing, Comolli turut didenda 15 ribu euro (sekitar Rp261 juta, dengan kurs Rp 17.400 per euro). Sanksi disipliner ini menambah daftar persoalan Juventus di tengah persaingan ketat Serie A musim ini.

Direktur Juventus Giorgio Chiellini juga terkena sanksi larangan beraktivitas hingga 27 Februari. Ia dinilai melakukan protes “panas dan tidak sopan” serta melontarkan komentar ofensif kepada perangkat pertandingan yang turut didengar asisten wasit.

Insiden bermula ketika Kalulu menerima kartu kuning kedua usai tekel terhadap bek Inter Alessandro Bastoni. Bastoni terjatuh dan memberi isyarat kepada wasit seolah terjadi tarikan jersey. Namun tayangan ulang televisi menunjukkan tidak ada kontak signifikan di antara keduanya.

Pertandingan akhirnya dimenangi Inter dengan skor 3-2 lewat gol pada menit terakhir. Nerazzurri kini memimpin klasemen dengan 61 poin, unggul delapan angka dari pesaing terdekat AC Milan, sementara Juventus tertahan di posisi kelima dengan 46 poin dari 25 laga.

Penunjuk wasit Serie A Gianluca Rocchi pada Ahad (16/2/2026) mengakui keputusan La Penna mengusir Kalulu sebagai “jelas salah”. Ia juga menyesalkan Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat mengintervensi insiden kartu kuning kedua sesuai regulasi yang berlaku.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |