Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pemerintah China mengaku terkejut dan mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. China menilai serangan sekaligus penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.
"China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China, Sabtu (3/1/2026).
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Keduanya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
"Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia," demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
China dengan tegas menentang langkah Trump tersebut. "Kami mendesak agar Amerika Serikat untuk mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara lain," tegas pernyataan itu.
Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah di ibu kota Venezuela, Caracas, saat serangan AS terjadi. Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.
Sementara itu, Jaksa Agung AS Pam Bondi dalam pernyataannya di platform media sosial X mengatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan pidana, termasuk "narco-terorism" atau terorisme narkoba.
sumber : Antara

2 weeks ago
18















































