Diancam AS, Ini Rincian Kekuatan Militer Iran, dari Personel, Jumlah Rudal Hingga Angkatan Laut

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ketegangan antara AS dan Iran masih belum mereda menyusul buntunya kesepakatan nuklir. 

AS telah mengirimkan kapal induk, jet tempur canggih, dan kapal perusak rudal ke wilayah Timur Tengah, sebuah demonstrasi kekuatan yang nyata menunjukkan kesiapan untuk menyerang.

Iran sebaliknya menanggapi dengan menyatakan tak akan diam begitu saja jika diserang. Teheran menegaskan memiliki kemampuan militernya yang kuat dan akan melakukan pembalasan melalui rudal balistik jarak menengah terbarunya, Khorramshahr-4. 

Menurut indeks Kekuatan Militer Global, Iran termasuk di antara 20 militer teratas dunia dalam hal personel, peralatan, dan kapasitas logistik. Berikut adalah uraian lebih detail mengenai kekuatan dan kemampuan militer Iran:

Personel

Iran memiliki salah satu angkatan bersenjata tetap terbesar di Timur Tengah. Laporan Military Balance 2025, yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), memperkirakan bahwa Iran memiliki sekitar 610 ribu personel aktif.

Angka itu termasuk sekitar 350 ribu personel pasukan di angkatan darat reguler dan sekitar 190 ribu anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kemudian Iran memiliki kekuatan paralel yang bertanggung jawab atas rudal, drone, dan operasi regional.

Rinciannya juga mencakup hampir 18 ribu personel di angkatan laut, 37 ribu di angkatan udara, dan sekitar 15 ribu di unit pertahanan udara. Iran juga punya pasukan gendarmerie dan paramiliter berjumlah sekitar 40 ribu.

Selain itu, Iran diyakini memiliki sekitar 350 ribu personel pasukan cadangan, yang meliputi veteran angkatan darat dan pasukan sukarelawan.

Rudal Balistik dan Drone

Rudal dan sistem tak berawak merupakan tulang punggung doktrin pertahanan Iran.

Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyatakan bahwa Iran memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, dengan ribuan rudal balistik dan jelajah yang jangkauannya mulai dari beberapa ratus kilometer hingga sejauh 2.000-2.500 kilometer (lebih dari 1.240-1.550 mil).

Beberapa sistem ini mampu mencapai Israel dan sebagian wilayah Eropa tenggara, kata organisasi tersebut.

Sebelum perang 12 hari dengan Israel tahun lalu, persediaan rudal balistik Iran diperkirakan antara 2.500 dan 3.000 unit. Para analis percaya bahwa persenjataan tersebut berkurang sekitar setengahnya selama konflik.

Pejabat militer tertinggi Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, mengatakan bahwa negara tersebut telah memperkuat daya pencegahannya dengan meningkatkan rudal balistik buatan dalam negeri.

Ia menambahkan bahwa Iran telah menggeser doktrin militernya dari defensif ke ofensif dengan mengadopsi kebijakan perang asimetris.

Pada Oktober, CNN melaporkan bahwa Iran membeli natrium perklorat dari China untuk mengisi kembali persediaan rudal yang telah menipis selama konflik dengan Israel.

Read Entire Article
Politics | | | |