Hancurnya Hati Ibu dan Anak Akibat Ulah Bejat Si Ayah Tiri

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Ayah tiri berinisial WS (25 tahun) warga Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi mimpi buruk bagi anak sambungnya yang kini berusia 12 tahun. Si bocah itu menjadi korban kelakukan bejat si ayah tiri hingga harus mengalami trauma berat.

Di usia 12 tahun, bocah itu harus mengalami perubahan fisik yang bukan sekadar tanda tumbuh kembang. Ada sesuatu yang janggal dan mengkhawatirkan. Kecurigaan itulah yang membawa keluarga pada kenyataan pahit karena bocah itu ternyata tengah mengandung di usia yang seharusnya dinikmatinya dengan belajar dan bermain.

Kisah pilu bocah yang diakibatkan ayah tiri bejat itu sudah terlaporkan melalui hotline Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat. Laporan itu diterima pada 29 Desember 2025.

"Tanggal 29 Desember ada pengaduan ke kita melalui hotline ada tindakan pelecehan atau persetubuhan anak di bawah umur," kata Kepala Bidang Pemerdayaan Perempuam dan Perlindungan Anak Rini Haryani melalui Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak PPPA pada DP2KBP3A KBB, Deden Irwan Kusumah saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Menerima aduan itu, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan mendapati kenyataan memilukan bahwa bocah itu sudah hamil besar akibat ulah bejat ayah tirinya. Kebenaran terkuak setelah kakaknya yang baru saja pulang dari luar daerah menyadari perubahan mencolok pada tubuh sang adik. Pemeriksaan medis kemudian dilakukan. Hasilnya membuat keluarga terpukul.

"Korban ini anak kecil, hamilnya enggak kelihatan. Pas Desember korban ada keluhan di perut akhirnya dia mengadu ke kakaknya. Pas diperiksa ternyata sudah mengandung sudah 7 bulan," ucap dia.

Butuh waktu dan keberanian bagi korban untuk akhirnya berbicara. Bocah itu akhirnya mengungkap kisah pilunya yang sudah lama dilecehkan ayah tirinya sendiri. Pria yang menikah dengan ibu korban pada 2024 itu, menurut pengakuan korban, melakukan perbuatan tersebut berulang kali.

Namun bocah polos itu selama ini diam. Bukan karena tidak mau bercerita, tetapi ada ancaman dari si ayah tiri bejat yang membuat si bocah diam dalam keadaan tertekan. Hari-hari yang dilaluinya pun memaksanya melompat jauh dari masa kanak-kanak menuju fase hidup yang belum pernah ia pahami.

"Ada ancaman, setelah menerima pelecehan selalu dikasih jajan ketika ibunya sedang bekerja di ladang, di sawah terus-menerus, suaminya pengangguran," ungkapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |