Pertemuan antara pihak LIPIA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga, serta anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi mengenai pembangunan JPO di depan kampus LIPIA, Selasa (10/2/2026)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertahun-tahun diusulkan, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) dipastikan akan dilaksanakan pertengahan 2026.
Kepastian tersebut disepakati dalam pertemuan antara pihak LIPIA, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga, serta anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, Selasa (10/2/2026).
Usulan pembangunan JPO ini disuarakan sejak terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa LIPIA pada 2015 saat menyeberang jalan di depan kampus. Saat itu, ketiadaan fasilitas penyeberangan dinilai meningkatkan risiko keselamatan pejalan kaki di kawasan tersebut.
“Tragedi kecelakaan mahasiswa LIPIA menjadi pengingat keras bahwa keselamatan pejalan kaki di kawasan pendidikan tidak bisa diabaikan. Aspirasi ini kami kawal hingga akhirnya mendapatkan kepastian pembangunan,” ujar Suhaimi.
Menurut dia, jangan sampai tertunda karena JPO ini amat dibutuhkan dan menjadi solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada pertemuan tersebut, pihak LIPIA menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta juga dukungan dan pengawalan yang dilakukan Abdurrahman Suhaimi hingga rencana pembangunan JPO tersebut memperoleh kepastian.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Kota Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, menyampaikan pembangunan JPO direncanakan dimulai Mei 2026 dengan durasi pekerjaan sekitar delapan bulan.
“JPO akan menghubungkan trotoar di sisi Kampus LIPIA dengan trotoar di seberangnya, yakni Jalan Warung Jati Barat,” ujarnya

2 hours ago
4













































