Keamanan siber (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ancaman siber di Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital. Kebutuhan sistem keamanan yang lebih terintegrasi menjadi sorotan di tengah keterbatasan talenta dan kompleksitas teknologi.
Digiserve by Telkom Indonesia bekerja sama dengan DBM Works Solusi Indonesia dengan memanfaatkan teknologi keamanan siber dari Korea Selatan. Kerja sama ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan pengelolaan keamanan jaringan dan sistem digital.
Plt Presiden Direktur Digiserve Buddy Restiady mengatakan, keamanan siber kini berperan langsung terhadap keberlangsungan operasional bisnis. “Keamanan siber tidak lagi sekadar fungsi teknologi, tetapi sudah menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas sistem digital,” kata Buddy dalam siaran pers, Rabu (29/4/2026).
Buddy menjelaskan, pemilihan teknologi Korea Selatan didasarkan pada tingkat kematangan keamanan siber yang tinggi secara global. Selain itu, teknologi tersebut dinilai lebih mudah diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada.
“Strategi kami bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu advanced technology, adaptability, dan scalability, agar solusi yang dihadirkan relevan dan berkelanjutan bagi pasar Indonesia,” kata Buddy.
VP IT, Product & Partnership Digiserve Edi Nopian Mulia mengatakan, kawasan Asia Tenggara mencatat porsi besar serangan ransomware global. “Transformasi digital yang semakin masif, termasuk adopsi cloud dan pola kerja fleksibel, telah memperluas attack surface secara signifikan,” kata Edi.
Edi menyebut, Indonesia berpotensi kekurangan hingga 600 ribu sampai 1,5 juta tenaga profesional keamanan siber. Di sisi lain, penggunaan banyak perangkat keamanan dalam satu organisasi meningkatkan risiko fragmentasi sistem.
Digiserve menawarkan layanan pengelolaan keamanan berbasis Security Operation Center as a Service (SOCaaS). Sistem ini memungkinkan pemantauan dan respons ancaman secara real-time tanpa membangun pusat operasi sendiri.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan komponen krusial dalam mitigasi risiko bisnis,” kata Edi.

3 hours ago
7
















































