Anak bermain didampingi orang tuanya (ilustrasi). Menurut dokter, pola asuh orang tua dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkembangnya NPD.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istilah NPD atau Narcissistic Personality Disorder cukup sering menjadi perbincangan warganet belakangan ini. Gangguan kepribadian narsistik ini ternyata dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua sejak dini, yang berperan dalam pembentukan kepribadian seseorang.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, dr Angga Wirahmadi, menjelaskan NPD merupakan gangguan mental yang masuk dalam kategori personality disorder. Kondisi ini bukan sekadar sifat narsis biasa, melainkan gangguan klinis yang memengaruhi cara seseorang memandang dirinya serta berinteraksi dengan orang lain.
Menurut dr Angga, pola asuh orang tua dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkembangnya NPD. Namun, ia menegaskan bahwa gangguan mental tidak muncul akibat satu penyebab tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor.
"Apakah orang tua yang mencontohkan sesuatu yang buruk bisa menjadikan anaknya memiliki NPD saat dewasa? Itu bisa sekali," kata dr Angga dalam webinar yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dipantau di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Selain pola asuh, ia menyebut faktor yang memengaruhi kesehatan mental seseorang meliputi faktor individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Tidak hanya itu, media sosial, kondisi lingkungan, pengalaman menghadapi perang, pascabencana, kemiskinan, hingga kondisi ekonomi juga dapat berperan.
"Jadi kita tidak bisa mengatakan hanya satu saja penyebabnya, tapi multifaktor yang saling berinteraksi," kata dr Angga.
Dia mengimbau masyarakat tidak serta-merta melabeli seseorang sebagai NPD. la menegaskan, untuk memastikan seseorang mengalami NPD diperlukan proses diagnosis terlebih dahulu. Tidak semua orang dengan sifat narsistik atau perilaku tertentu dapat langsung dikategorikan mengalami Gangguan Kepribadian Narsistik.
"Dan tentunya harus kita diagnosis dulu, lalu perlahan-lahan kita cari akar masalahnya. Untuk kemudian dicari langkah penanganan yang tepat sesuai kebutuhan pasien," kata dr Angga.

5 hours ago
6

















































