DPRD Dukung Kajian MRT Kembangan–Balaraja Libatkan Pengembang

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT MRT Jakarta menggandeng sejumlah pengembang untuk melakukan kajian pembangunan jalur MRT lintas timur-barat fase 2 Kembangan–Balaraja. Kajian tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 8–10 bulan.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jakarta Yuke Yurike menyatakan dukungan atas rencana perluasan layanan MRT hingga Balaraja, Banten. Keterlibatan pengembang di sepanjang trase dinilai membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Ini pastinya kabar gembira juga buat MRT, pastinya akan menguntungkan kedua belah pihak, dan tadi juga sudah disampaikan mudah-mudahan kerja sama antar Pemprov harus menguntungkan dua belah pihak dan khususnya untuk warga Banten dan Jakarta,” kata Yuke di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Anggota Fraksi PDIP tersebut menilai kerja sama lintas daerah antara Pemerintah Provinsi Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten penting dilakukan. Kedua wilayah berada dalam kawasan aglomerasi dengan keterkaitan mobilitas dan ekonomi yang tinggi.

“Segala sesuatunya juga tidak bisa kita hanya berpikir untuk DKI sendiri ya. Jadi aglomerasi ini juga harus saling berkomunikasi dan saling terintegrasi,” kata Yuke.

Yuke menambahkan, Komisi D DPRD Jakarta siap mendukung kajian dan rencana yang berdampak positif bagi masyarakat, termasuk integrasi infrastruktur antarwilayah.

“Kami siap apa pun yang berhubungan dengan Komisi D dan integrasi wilayah-wilayah sekitar, termasuk kan kayak pembangunan jalan, atau juga pembangunan tembus, dari Jakarta Barat tembus ke Tangerang, terus juga yang lain-lainlah, kita siap-siap saja,” kata Yuke.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan jalur MRT Kembangan–Balaraja dapat dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan. Keberadaan MRT dari Balaraja ke Kembangan dinilai akan mengurangi beban kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta.

“Saya menaruh harapan mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan sudah bisa dimulai pembangunannya,” kata Pramono usai menyaksikan penandatanganan MoU antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di Balai Kota Jakarta.

Menurut Pramono, penandatanganan MoU tersebut menjadi momen penting dalam kelanjutan pembangunan jalur MRT. Hasil kajian diharapkan memudahkan PT MRT Jakarta mengembangkan konsep transit oriented development karena melibatkan pengembang sejak tahap awal.

Pramono menambahkan, kajian itu juga menguntungkan seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, pengembang, hingga PT MRT Jakarta, karena pendanaannya berasal dari pengembang.

“Maka untuk itu, nanti pengalaman Jakarta mengembangkan MRT utara-selatan bekerja sama dengan beberapa institusi internasional dan juga Kementerian Keuangan, akan kami lakukan yang sama untuk mengembangkan fase 2 Kembangan-Balaraja yang akan segera kita persiapkan, kita matangkan, termasuk studinya,” kata Pramono.

Read Entire Article
Politics | | | |