Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, injeksi dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan telah memberikan dampak positif terhadap sektor riil. Salah satunya terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, injeksi dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan telah memberikan dampak positif terhadap sektor riil. Salah satunya terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan bermotor.
“Dengan kebijakan injeksi uang sebesar Rp 200 triliun ke perekonomian, ini berhasil membangkitkan daya beli masyarakat,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menerangkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat mengalami penurunan secara berturut-turut hingga September 2025, yang menandakan daya beli masyarakat tertekan. Namun, setelah injeksi dana Rp 200 triliun yang dikucurkan pada September 2025, IKK mulai merangkak naik pada Oktober, November, hingga Desember 2025.
“Dulu ada yang bertanya apakah kebijakan itu berguna. Kita injeksi uang untuk membalikkan daya beli dari sisi demand agar naik. Kita lihat, penjualan mobil sekarang sudah tumbuh, di akhir tahun itu 17,9 persen, sementara penjualan motor tumbuh 14,5 persen. Itu menunjukkan daya beli masyarakat yang sudah semakin kuat,” tuturnya.
Purbaya melanjutkan, indeks penjualan ritel juga tercatat meningkat cukup tinggi sejak September 2025. Selain itu, indeks konsumsi bahan bakar minyak (BBM) juga diklaim bergerak naik sejak adanya injeksi pemindahan dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan.
“Jadi kebijakan itu memang berdampak. Kalau tidak, kita tidak bisa membalik arah itu. Kita berhasil membalik arah ekonomi dengan cukup signifikan tanpa melanggar kaidah-kaidah kebijakan fiskal yang berkesinambungan,” terangnya.
sumber : Antara

2 hours ago
3














































