Dua Lipa Dukung Aksi Protes terhadap Resor Mewah Terkait Menantu Trump

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi pop internasional Dua Lipa menyatakan dukungannya terhadap gelombang aksi protes di Albania yang menolak pembangunan resor mewah senilai 1,6 miliar euro (sekitar Rp 30 triliun). Proyek tersebut didukung investor yang dipimpin Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (15/7/2026), aksi yang dijuluki "Flamingo Revolution" itu telah memasuki pekan keenam dan menjadi salah satu gerakan lingkungan terbesar di Albania dalam beberapa tahun terakhir. Dalam podcast Service95 Book Club bersama akademisi dan penulis Albania, Lea Ypi, Dua Lipa mengaku terinspirasi melihat besarnya kepedulian masyarakat terhadap isu tersebut.

"Saya merasa sangat terinspirasi melihat betapa besar kepedulian masyarakat," ujar penyanyi kelahiran London yang memiliki orang tua keturunan Kosovo-Albania itu.

Proyek resor tersebut mencakup pembangunan di Pulau Sazan, satu-satunya pulau di Albania, serta sekitar 10 ribu vila di Semenanjung Zvërnec. Kedua kawasan itu merupakan cagar alam yang menjadi habitat berbagai spesies burung dan satwa langka di pesisir Laut Adriatik.

Dua Lipa menyoroti proses perubahan aturan yang memungkinkan proyek tersebut berjalan. Menurutnya, yang paling mengkhawatirkan bukan sekadar pembangunan resor, melainkan perubahan undang-undang yang menghapus perlindungan lingkungan tanpa konsultasi publik.

"Yang menurut saya mengkhawatirkan adalah prinsip ketika pemerintah bisa begitu saja mengubah undang-undang untuk menghapus perlindungan lingkungan tanpa adanya konsultasi dengan masyarakat," katanya.

Pemerintah Albania memang mengubah regulasi pada Desember 2024 sehingga pembangunan di kawasan yang sebelumnya dilindungi menjadi dimungkinkan. Meski demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan Jared Kushner terlibat dalam perubahan aturan tersebut.

Kekhawatiran terhadap proyek ini juga datang dari Parlemen Eropa. Sejumlah anggota parlemen memperingatkan bahwa ambisi Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa dapat terancam apabila negara tersebut tidak menjaga standar perlindungan lingkungan.

Namun, Perdana Menteri Albania Edi Rama tetap mendukung proyek tersebut. Ia menyebut investasi itu sebagai yang terbesar dalam sejarah negaranya dan menganggapnya sebagai peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Albania.

Dukungan Dua Lipa disambut positif para pengunjuk rasa. Direktur organisasi konservasi Protection and Preservation of the Natural Environment in Albania (PPNEA), Aleksander Trajce, mengatakan pernyataan sang penyanyi datang pada saat yang tepat.

"Ini pernyataan yang sangat kuat. Banyak anak muda Albania yang menjadikan Dua Lipa sebagai panutan sehingga ikut terinspirasi," ujarnya.

Trajce menambahkan pemerintah kini mulai melakukan kajian dampak lingkungan yang seharusnya dilakukan sejak awal. Namun, menurutnya, kerusakan lingkungan di sebagian lokasi proyek sudah telanjur terjadi sehingga perlu ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban.

Di sisi lain, pihak pengembang menegaskan proyek akan tetap dilanjutkan secara bertanggung jawab dengan fokus pada pelestarian lingkungan, penciptaan lapangan kerja, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Read Entire Article
Politics | | | |