Dua Santri NTB Lolos Beasiswa Kuliah di Tunisia, Pererat Hubungan Pesantren

15 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, DOMPU, – Dua santri berprestasi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tunisia. Mereka adalah Nurhidayani dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Azhar, Kabupaten Lombok Timur, dan Ahmad Alfarizi dari Ponpes Yasmin Dorebara, Kabupaten Dompu.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari peluang santri NTB untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional. Momentum tersebut turut mempererat hubungan kedua pesantren melalui kegiatan Rihlah Hasanah Ponpes Nurul Azhar Lombok Timur ke Ponpes Yasmin Dorebara Dompu pada Sabtu (5/9).

Pimpinan Ponpes Nurul Azhar Lombok Timur, KH Hendriawan Lc MPd, mengatakan bahwa Rihlah Hasanah tidak hanya bertujuan memperkuat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi pesantren untuk saling menggali ilmu, informasi, dan inspirasi dalam pengembangan pendidikan. “Kunjungan antarpesantren menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai sistem pendidikan, kurikulum, dan manajemen kepesantrenan,” katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga memberi ruang kepada santri dan ustaz untuk membangun kebersamaan serta memperluas pengalaman belajar di luar lingkungan pesantren. Rihlah juga menjadi bagian dari pembinaan karakter santri melalui pengalaman berada di lingkungan baru, termasuk melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga adab.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan semangat belajar santri setelah menjalani rutinitas hafalan dan kajian yang padat di pesantren masing-masing.

Motivasi Studi Internasional

Pertemuan kedua pesantren menjadi semakin relevan karena Nurhidayani dan Ahmad Alfarizi sama-sama berhasil melewati seleksi beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Tunisia. Keberhasilan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kedua santri untuk memperluas pengalaman akademik dan jejaring pendidikan di tingkat internasional.

Pimpinan Ponpes Yasmin Dorebara, H Burhanudin SAg, mengatakan keberhasilan santri melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi bagian penting dalam pengembangan wawasan dan kapasitas generasi pesantren. Pertukaran pengalaman antarpesantren, kata dia, dapat mendorong santri untuk memiliki motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk memanfaatkan peluang studi internasional.

“Kesempatan seperti ini menjadi motivasi bagi santri lainnya agar terus belajar dan berani mengambil peluang pendidikan di luar negeri,” katanya pula.

Rihlah Hasanah tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Nurhidayani dan Ahmad Alfarizi untuk saling mengenal sebelum melanjutkan pendidikan di Tunisia. Kedua pesantren berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk mengembangkan prestasi akademik serta membuka akses pendidikan hingga tingkat internasional.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |