Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Keterangan pers tersebut menyampaikan tentang situasi terkini konflik antara Iran dan Israel. Selain itu. Mohammad Boroujerdi juga menegaskan Iran akan terus membalas serangan dari Israel sebagai upaya aksi bela diri selama penyerangan dan agresi masih terus belanjut. Dubes Iran menganggap, serangan yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan ilegal yang tidak dibenarkan oleh hukum internasional karena tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan situs aktivitas nuklir.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyebut ada oknum-oknum dari unsur asing yang “membajak” aksi unjuk rasa di Iran pada akhir Desember 2025 sehingga berubah menjadi kerusuhan besar pada awal Januari sebelum mereda.
Dubes Boroujerdi, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis(22/1/2026), menjelaskan bahwa unjuk rasa awalnya berlangsung damai pada 28—31 Desember 2025 atas faktor pemicu yang wajar, antara lain kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran.
Pada saat itu, Pemerintah Iran mendengarkan aspirasi masyarakat yang berdemo secara damai. Pemerintah pun sebenarnya telah siap mengambil tindak lanjut demi mengakomodasi tuntutan mereka, kata dia.
“Namun, pada fase kedua unjuk rasa di awal Januari, kami melihat ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membajak aksi unjuk rasa damai masyarakat,”kata Dubes Iran.
Pemerintah Iran, kata dia, melihat ada sejumlah oknum pemrotes yang “melaksanakan komando dari luar negeri” untuk menciptakan kekacauan serta menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pada saat itu, tepatnya di periode 1—7 Januari 2026, unjuk rasa berubah jadi kerusuhan.
“Kami telah melakukan penyadapan terhadap komunikasi dari luar negeri, yang membuktikan adanya instruksi kepada oknum tertentu di tengah masyarakat untuk turun ke jalan dan menyerang aparat keamanan,”ucap Boroujerdi.
sumber : Antara

2 hours ago
3















































