Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Operasional Bandara Berjalan Normal  

20 hours ago 28

Berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pada pukul 09.10 WIB, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman Laisa mengatakan jarak sebaran abu vulkanik terhadap Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 31,4 km, Bandara Pondok Cabe sekitar 18,5 km; dan Bandara Halim Perdanakusuma sekitar 31,4 km. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), menerima informasi awal melalui laporan Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pada pukul 09.10 WIB, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman Laisa mengatakan jarak sebaran abu vulkanik terhadap Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 31,4 km, Bandara Pondok Cabe sekitar 18,5 km; dan Bandara Halim Perdanakusuma sekitar 31,4 km.

"Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pengamatan menggunakan paper test VA telah dilakukan dan hingga saat ini tidak terdeteksi adanya abu vulkanik," ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). 

Dia menyampaikan operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal, dan lancar. Lukman memastikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, dan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kelanjutan operasional penerbangan khususnya pasa bandar udara terdampak abu vulkanik.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dan perkembangan terbaru melalui NOTAM/ASHTAM terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik," kata Lukman. 

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |