Eurokars Motors Indonesia Nilai Pertumbuhan Angka Penjualan Mobil Terjadi pada Semester Kedua 2026

1 month ago 35

REPUBLIKA.CO.ID, 

JAKARTA -- PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) memperkirakan tren penjualan kendaraan mulai akan meningkat pada semester kedua 2026. Pada semester pertama, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan distributor tunggal merek mobil Mazda di Indonesia ini menilai penjualan masih akan sama seperti pada 2025.

Menurut Chief Operating Officer PT EMI Ricky Thio, pertumbuhan yang terjadi pada semester dua ini memerlukan beberapa respons dari pemerintah terkait stabilitas sosial, birokrasi yang memudahkan, kompetisi industri yang positif, dan sinergi lintas ekosistem.

“Kurva daya beli diharapkan kembali naik. Dengan ekosistem yang sehat dan kolaboratif, industri ini akan menemukan momentumnya,” kata Ricky melalui keterangan resminya, Selasa (16/12/2026).

Untuk menyambut 2026, PT EMI akan menerapkan strategi segmentasi yang lebih presisi, membidik konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara, kebanggaan terhadap desain dari mobil yang dimiliki, serta menghargai nilai emosional dalam kepemilikan kendaraan.

Tidak hanya itu, PT EMI juga akan terus memperkuat kapabilitas sales force mereka agar lebih akurat dalam mengidentifikasi karakter konsumen Mazda.

Selain penyempurnaan strategi segmentasi, pada 2026, Mazda juga akan meluncurkan beberapa model baru dengan mayoritas SUV. Ini selaras dengan kebutuhan pasar Indonesia yang menekankan utilitas dan kenyamanan.

Hal lain yang juga penting bagi Mazda adalah menunjukkan komitmen investasi jangka panjangnya melalui pembangunan Training Center baru untuk memperkuat ekosistem, mulai dari penjualan hingga aftersales.

“Training Center ini adalah bukti investasi kami. Mazda hadir bukan hanya sebagai brand, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pengalaman pemilik dari awal hingga akhir,” tegas Ricky.

Ia meyakini masa depan industri otomotif Indonesia adalah perpaduan antara logika dan rasa, didefinisikan melalui kualitas produk, desain yang memiliki jiwa, dan pengalaman berkendara yang menciptakan hubungan emosional kuat dengan pengendara.

Pada akhir 2025, pihaknya menyebutkan Mazda masih memiliki kestabilan yang cukup baik jika dibandingkan dengan pemain di kelas premium dari Jepang dan juga Eropa.

Ricky menyampaikan, Mazda hanya mengalami penurunan 0,12 persen market share pada Oktober 2025, lebih rendah dibanding beberapa pabrikan Jepang lain yang terkoreksi 2–3 persen.

Pada level retail, kontraksi sebesar 39 persen hingga 44 persen terjadi pada beberapa brand kompetitor asal Jepang dan Eropa di segmen kendaraan premium. Sementara Mazda berada di 29 persen, ditopang oleh performa stabil Mazda CX-5, Mazda CX-3, dan Mazda 3 Hatchback, line-up yang dikenal dengan keindahan desain dan karakter berkendara khas Mazda.

Read Entire Article
Politics | | | |