Rahasia Teknologi Baru Menhut Jaga Pemukiman dari Amukan Gajah

2 hours ago 4

Revitalisasi Rumah Sakit Gajah Way Kambas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menetapkan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sebagai proyek percontohan pertama implementasi pembiayaan iklim inovatif di Indonesia.

Menurutnya, pengelolaan taman nasional tidak boleh lagi bergantung sepenuhnya pada APBN yang terbatas dan bantuan NGO internasional. Diperlukan model pendanaan campuran (blended finance) yang melibatkan swasta dan pasar modal hijau agar lebih berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

“Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 27 Tahun 2025 telah diterbitkan untuk memungkinkan proyek pasar karbon sukarela di taman nasional,” ujar Raja Juli Antoni di Lampung Timur, Kamis (26/3/2026).

Way Kambas dipilih karena menjadi habitat penting bagi spesies kritis seperti gajah Sumatera, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Melalui skema ini, perusahaan dapat membeli kredit karbon dari upaya konservasi dan restorasi hutan. Lima puluh persen keuntungan dari perdagangan karbon akan dikembalikan langsung kepada masyarakat desa penyangga.

Proyek ini juga mencakup obligasi keanekaragaman hayati, kredit karbon internasional, serta pengembangan pariwisata konservasi (ecotourism). Raja Juli menegaskan pendekatan ini menandai pergeseran dari model pendanaan konvensional menuju pembiayaan campuran yang tetap menjaga kelestarian hutan dan satwa.

Sementara itu, pemerintah juga mulai merealisasikan pembangunan pagar pembatas (barrier) sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas. Pembangunan ini merupakan amanah langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk mengatasi konflik manusia-satwa liar yang telah berlangsung sejak 1983.

Raja Juli Antoni menargetkan pembangunan pagar tersebut dapat diselesaikan dalam waktu empat bulan. “Ini bukan untuk memisahkan satwa dengan masyarakat, melainkan agar keduanya bisa hidup berdampingan secara harmonis,” katanya.

Pembangunan pagar diharapkan mencegah kerusakan lahan pertanian masyarakat dan menghindari korban jiwa akibat konflik dengan gajah. Desain pagar akan mengadopsi budaya lokal Lampung agar berkelanjutan dan tidak menimbulkan masalah baru.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |