Fenomena Hallyu Hasilkan Ekspor Hampir Rp 310 Triliun pada 2025

6 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Fenomena Gelombang Korea atau Hallyu terus memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada 2025, Hallyu menghasilkan nilai ekspor sebesar 18,98 miliar dolar AS atau sekitar Rp 309 triliun (kurs Rp 16.300 per dolar AS), meningkat 15,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut terungkap dalam laporan Study on the Hallyu Ecosystem yang dirilis pada Senin (7/7/2026) oleh Korean Foundation for International Cultural Exchange (KOFICE) bersama Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Laporan itu menunjukkan bahwa ekspor konten budaya Korea secara keseluruhan tumbuh 14,2 persen sepanjang 2025.

Sektor gim masih menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai 7,83 miliar dolar AS, meskipun mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, industri musik mencatat pertumbuhan paling pesat. Nilai ekspor musik melonjak 84 persen menjadi 3,1 miliar dolar AS. Ekspor konten penyiaran juga meningkat 29,7 persen menjadi 1,6 miliar dolar AS.

Menurut laporan tersebut, dikutip dari Korea Herald, Selasa (7/7/2026), lonjakan tersebut didorong oleh kesuksesan besar KPop Demon Hunters serta berkembangnya layanan personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mempercepat pertumbuhan basis penggemar global. Popularitas budaya Korea juga berdampak pada peningkatan ekspor berbagai produk konsumen, seperti makanan Korea (K-food), produk kecantikan (K-beauty), hingga sektor pariwisata.

Penelitian ini melibatkan 27.400 responden berusia 15 hingga 59 tahun dari 30 negara dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang seimbang. Seluruh responden telah mengenal Korea Selatan dan pernah mengonsumsi sedikitnya satu jenis konten budaya Korea, mulai dari drama televisi, film, musik, animasi, gim, buku, hingga produk kecantikan dan fesyen.

Survei tersebut juga menunjukkan citra Korea Selatan di mata masyarakat dunia mengalami sedikit peningkatan. Nilai rata-rata persepsi terhadap negara itu naik dari 3,7 menjadi 3,8 dalam skala lima.

Indonesia termasuk negara yang memberikan penilaian tinggi terhadap Korea Selatan dengan skor rata-rata 4,0. Nilai serupa juga diberikan responden di India, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir.

Sebaliknya, penilaian relatif lebih rendah datang dari Jepang dengan skor 3,1, diikuti Cina 3,4, serta Taiwan dan Italia yang masing-masing memberikan skor 3,5.

Laporan itu juga mengungkapkan perempuan berusia remaja hingga 30-an tahun menjadi kelompok yang paling banyak mengonsumsi beragam konten budaya Korea dan menghabiskan waktu lebih lama untuk menikmatinya. Meski demikian, laki-laki berusia 20-an dan 30-an tercatat mengeluarkan pengeluaran bulanan yang lebih besar untuk menikmati konten Korea. Pola tersebut tidak berubah dibandingkan hasil survei pada 2024.

KOFICE menjelaskan, analisis pengeluaran tersebut tidak memasukkan belanja produk kecantikan, tetapi mencakup pengeluaran untuk gim.

Read Entire Article
Politics | | | |