FertInnovation Challenge 2025 Jaring 1.620 Inovator, Pupuk Indonesia Siapkan Pendanaan Rp2 M

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia mencatat partisipasi lebih dari 1.620 inovator dalam ajang FertInnovation Challenge 2025, dengan fokus pada penguatan inovasi pertanian, efisiensi industri pupuk, dan dukungan terhadap kemandirian pangan nasional.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan mengatakan, ajang tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penyaringan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

“FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi sebagai instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional,” ujar Jamsaton dalam keterangan, Jumat (6/2/2026).

Tahun ini, kompetisi diikuti peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, peneliti, profesional, hingga startup, baik dari dalam maupun luar negeri. Inovasi yang masuk diseleksi melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi hingga final pitching.

Empat kategori utama yang dipertandingkan meliputi Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Kategori tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk efisiensi produksi, distribusi pupuk, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain hadiah bagi para pemenang, Pupuk Indonesia membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan dengan nilai pendanaan hingga Rp2 miliar agar inovasi terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi industri.

“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi,” kata Jamsaton.

Pupuk Indonesia menilai pendekatan inovasi terbuka menjadi kunci untuk mempercepat hilirisasi riset dan memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |