REPUBLIKA.CO.ID, GAZA --
Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza Tengah mengumumkan pada Senin (28/1/2026), bahwa mereka telah menerima sembilan tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel. Peristiwa ini tak lama setelah militer Israel mengatakan telah menemukan jenazah sandera Israel terakhir yang ditahan di wilayah Palestina.
“Sembilan tahanan Palestina dari Gaza tiba di rumah sakit beberapa saat lalu melalui tim Palang Merah, setelah pihak pendudukan membebaskan mereka hari ini,” kata rumah sakit tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pasukan Israel pada Senin (26/1/2026), menemukan jenazah Ran Gvili, yang tewas dalam serangan 7 Oktober, dan jenazahnya dibawa ke Gaza.
Hamas mengatakan telah memberikan informasi mengenai lokasi jenazah Gvili.
Sementara juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan pada Senin bahwa pemulihan jenazah tersebut menegaskan komitmen Hamas terhadap seluruh persyaratan perjanjian gencatan senjata.
Langkah ini dipuji oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa Hamas bekerja sangat keras untuk mengembalikan jenazah tersebut, namun kini harus melucuti senjata, dalam wawancaranya dengan Axios.
“Mereka bekerja sama dengan Israel soal ini. Sekarang kita harus melucuti senjata Hamas seperti yang mereka janjikan,” kata Trump.
Seorang pejabat AS juga menyampaikan sentimen serupa, dengan mengatakan bahwa kelompok Palestina tersebut sangat kooperatif.
“(Hamas) telah memenuhi kewajiban yang mereka sepakati,” kata pejabat AS tersebut.
Pelucutan senjata Hamas merupakan bagian dari fase kedua rencana perdamaian 20 poin Trump. Seorang pejabat AS mengatakan pemerintah percaya bahwa pelucutan senjata Hamas akan disertai dengan semacam amnesti bagi kelompok Palestina tersebut.
“Kami mendengar banyak dari pihak mereka yang berbicara tentang pelucutan senjata. Kami pikir mereka akan melakukannya. Jika mereka tidak melucuti senjata, maka mereka telah melanggar kesepakatan. Kami percaya pelucutan senjata itu akan disertai dengan semacam amnesti dan secara jujur, kami pikir kami memiliki program yang sangat, sangat baik untuk melucuti senjata,” ujar pejabat tersebut.
Fase kedua gencatan senjata telah diumumkan secara resmi, namun baru sebagian diluncurkan di lapangan.
Sumber di Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa menterinya bertemu dengan pejabat Hamas di Ankara pada Senin dan membahas fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza serta kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Hal ini terjadi di tengah Israel yang terus melanggar ketentuan utama perjanjian gencatan senjata, dengan lebih dari 468 warga Palestina wafat sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober. Para pejabat mencatat lebih dari 1.300 pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel.
Dua warga Palestina tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di Kota Gaza, serta kembali melancarkan serangan udara dan penembakan artileri di seluruh wilayah, termasuk Rafah di selatan dan wilayah timur. Pasukan Israel juga membombardir Khan Younis, dan angkatan laut Israel menyerang perahu nelayan Palestina di lepas pantai.
Pada saat yang sama, empat warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka akibat penembakan Israel di timur Kota Gaza. Secara total, genosida Israel telah menewaskan lebih dari 71.660 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Sumber:

2 hours ago
3















































