Gubernur Banten tekankan pemerataan layanan kesehatan.
REPUBLIKA.CO.ID, SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk meningkatkan dan memperluas layanan kesehatan setelah Banten meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Pratama dari BPJS Kesehatan. Penghargaan ini menandai pencapaian signifikan dalam kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan di daerah tersebut.
Menurut Andra Soni, akses layanan kesehatan yang adil dan setara merupakan indikator kinerja pelayanan publik yang penting dan harus dijaga secara berkelanjutan. Pemprov Banten berencana untuk terus mendorong perluasan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan agar seluruh warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.
“Cakupan kepesertaan harus terus diperluas agar seluruh rakyat Banten mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan setara,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas layanan kesehatan di Banten, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama, agar seluruhnya terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Untuk meningkatkan kepesertaan, khususnya pada kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah provinsi akan memperkuat koordinasi dengan bupati dan wali kota di seluruh wilayah Banten. “Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota akan terus diperkuat agar kepesertaan aktif bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Andra Soni juga mendorong BPJS Kesehatan untuk memberikan edukasi yang jelas kepada masyarakat terkait hak dan kewajiban peserta. “Masyarakat harus paham layanan apa saja yang ditanggung dan tidak ditanggung, supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menilai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai program strategis nasional yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat. Ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun, Indonesia berhasil mencapai UHC, yang merupakan capaian tercepat di dunia.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, Provinsi Banten meraih UHC Award 2026 kategori Pratama setelah mencapai 98 persen kepesertaan JKN dengan tingkat keaktifan peserta 80 persen pada tahun 2025.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
3















































