Pemkot Makassar-Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA

3 hours ago 3

Pemkot Makassar-Balai Cipta Karya bahas hibah alat deteksi air JICA.

Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly bersama Direktorat Air Minum Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum membahas hibah alat deteksi kebocoran air dari Japan International Cooperation Agency (JICA) di Makassar, Selasa. Andi Zulkifly mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan JICA lewat program kemitraan (partnership program) di bidang air minum, hanya saja sejumlah dokumen terkait hibah tersebut belum dilengkapi. “Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan JICA melalui partnership program terkait hibah barang, khususnya alat deteksi kebocoran air untuk PDAM. Program ini sudah berjalan beberapa tahun,” ujar Andi Zulkifly.

Ia mengungkapkan terdapat dua dokumen utama yang nantinya harus ditandatangani oleh Wali Kota Makassar, yakni surat pernyataan minat dan surat pernyataan bersedia menerima hibah barang milik negara. “Ternyata ada beberapa berkas yang belum lengkap untuk proses hibah ini. Dokumen tersebut segera dilengkapi,” kata dia. Menurutnya, alat deteksi kebocoran air yang dihibahkan tersebut tergolong modern dan sangat membantu PDAM dalam menekan tingkat kehilangan air. "Biasanya juga diperlukan review dari Inspektorat sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan administrasi. Artinya, ada rekomendasi dari Inspektorat apakah hibah tersebut bisa diterima atau tidak, sebagai bentuk mitigasi secara administrasi,” ujar Andi Zulkifly. Kepala Balai Penataan Bangunan, Perumahan, dan Kawasan Sulsel Baskoro Elmiawan menjelaskan kunjungan ke Pemkot Makassar bertujuan menindaklanjuti penyelesaian proses administrasi hibah yang masih harus dilengkapi. Dokumen yang dimaksud, lanjut Baskoro, berupa surat pernyataan minat dan surat pernyataan kesediaan menerima hibah, yang menjadi persyaratan dalam penyelesaian proses hibah dari JICA kepada Pemerintah Kota Makassar. “Jadi, pemerintah kota perlu menyiapkan surat minat dan surat kesediaan menerima hibah sebagai dasar penyelesaian proses hibah dari JICA ke Pemerintah Kota Makassar,” katanya.

Terkait jumlah peralatan, Baskoro menyebutkan bahwa terdapat enam item alat deteksi kebocoran, namun rincian jumlah set dan spesifikasinya lebih diketahui oleh pihak PDAM sebagai pengguna langsung. Ia menegaskan bahwa secara regulasi, proses hibah tersebut bukanlah hal yang rumit, karena merupakan mekanisme hibah aset pada umumnya. “Sebenarnya ini hanya proses hibah aset seperti biasa, jadi bukan hal yang rumit. Kami hanya memerlukan dua surat tersebut sebagai dasar untuk memproses hibah aset dari kementerian ke pemerintah kota,” ujar Baskoro Elmiawan.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |