Gaza Terus Lahirkan Penghafal Alquran di Tengah Gempuran Israel

3 weeks ago 27

Laporan Muhammad Rabah dari Gaza, Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Kamp Pengungsi Al-Shati, yang terletak di sebelah barat Kota Gaza, menyaksikan perayaan besar pada Kamis (25/12/2025) untuk menghormati 500 penghafal Alquran pria dan wanita. Acara ini menandai tekad warga Palestina menjaga agama mereka di tengah kondisi mengenaskan akibat agresi Israel.

Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Amal Alia Kuwait dan Yayasan Ayadi Al-Khair, dan dihadiri oleh banyak keluarga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Upacara tersebut berlangsung dalam suasana yang membangkitkan semangat, menampilkan pembacaan Alquran, nyanyian keagamaan, dan pidato motivasi yang disampaikan oleh para ulama terkemuka. 

Para pembicara menekankan pentingnya peran hafalan Alquran dalam memperkuat nilai-nilai Islam dan menjaga jati diri bangsa. 

Dalam pidatonya, pengawas proyek Mustafa Abu Threya menyatakan bahwa perayaan tersebut terjadi di tengah keadaan luar biasa di Gaza, dan menegaskan kembali bahwa masyarakatnya tetap teguh pada keyakinan dan warisan budaya mereka meskipun ada pengepungan dan agresi yang sedang berlangsung. 

“Para penghafal ini adalah generasi cahaya,” katanya, “yang membawa pesan Islam di hati mereka dan mewakili harapan dan masa depan umat.”

Suasana wisuda 500 penghafal Alquran di Kamp al-Shati, Jalur Gaza pada Kamis (25/12/2025).

Acara ini mencerminkan partisipasi antusias dari keluarga para penerima penghargaan, yang mengungkapkan rasa bangga yang sangat besar terhadap putra dan putri mereka. Banyak yang menggambarkan hafalan Alquran sebagai sumber martabat dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan yang dialami masyarakat Gaza. 

Pendidikan Alquran terus berkembang di Jalur Gaza, dengan pusat-pusat hafalan yang aktif di kamp-kamp pengungsi dan kota-kota—meskipun terjadi perang dahsyat yang dilancarkan Israel, yang telah menghancurkan banyak masjid dan lembaga keagamaan. 

Penghormatan ini mengirimkan pesan yang kuat berupa ketekunan dan harapan: bahwa Gaza, bahkan di tengah penderitaan, terus berdenyut dengan iman, ketangguhan, dan pengabdian.

Pada Oktober 2025 lalu, ratusan anak-anak yatim piatu Gaza berhasil menjadi hafidz dan hafidzah di tengah serangan brutal yang dilakukan Israel selama dua tahun belakangan. Mereka belajar menjadi penghafal Alquran di tenda-tenda tempat mengungsi dari genosida yang dilakukan penjajah.

Wisuda pada hafidz itu dilakukan dalam upacara penuh haru yang diadakan pada Kamis di Kamp Yatim Piatu Al-Baraka di daerah Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan. Sebanyak 600 anak yang ayahnya terbunuh selama genosida yang dilancarkan Israel diberi penghargaan karena menghafal seluruh atau sebagian Alquran.

Read Entire Article
Politics | | | |