Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok

4 hours ago 6

loading...

Pergerakan saham Xiaomi di bursa Hong Kong mengalami tekanan jual usai pengumuman rencana divestasi saham oleh pendiri Lin Bin. Foto: WSJ

HONG KONG - Raksasa teknologi China, Xiaomi Corp., harus menyaksikan sahamnya berada di bawah tekanan jual yang masif setelah Lin Bin, salah satu pendiri sekaligus Wakil Ketua perusahaan, mengumumkan rencana divestasi saham jumbo senilai hingga USD2 miliar atau setara Rp32 triliun.

Pengumuman tersebut langsung direspons negatif oleh pasar pada pembukaan perdagangan Senin pagi. Investor merespons dengan aksi jual cepat, didorong oleh kekhawatiran akan kelebihan suplai saham (oversupply) di masa depan serta spekulasi mengenai prospek jangka panjang perusahaan.

Reaksi Pasar: Merah di Pembukaan

Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok

Sentimen negatif langsung terasa begitu bel pembukaan berbunyi. Saham Xiaomi sempat terperosok sedalam 3,3 persen ke level USD37,94 Hong Kong (HKD). Meski sempat ada upaya rebound, saham produsen ponsel pintar ini akhirnya ditutup melemah 1,6 persen di angka 38,58 HKD atau Rp 79.500 per lembar saham.

Kinerja ini tercatat lebih buruk dibandingkan indeks acuan Hang Seng yang pada hari yang sama "hanya" terkoreksi sebesar 0,7 persen.

Tekanan jual ini mencerminkan psikologis investor yang sensitif terhadap aksi ambil untung atau cash out yang dilakukan oleh petinggi perusahaan, meskipun pelaksanaannya tidak bersifat segera.

Detail Rencana Divestasi Lin Bin

Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok

Dalam dokumen keterbukaan informasi, Xiaomi merinci mekanisme penjualan saham yang akan dilakukan oleh Lin Bin. Penjualan ini menargetkan saham kelas B dan baru akan dimulai efektif pada Desember 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |