GKR Mangkubumi: Pembangunan Pariwisata Gunungkidul tak Bisa Disamakan dengan Bali

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSARI -- Masuknya investasi ke Kabupaten Gunungkidul perlu disikapi secara selektif agar tidak berdampak pada kerusakan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta, GKR Mangkubumi sekaligus mengingatkan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar tidak tergiur dengan investasi yang berpotensi mengubah karakter alam Gunungkidul.

GKR Mangkubumi mengungkapkan, banyak investor yang menyampaikan keinginan agar pembangunan di Gunungkidul dibuat menyerupai Bali. Namun, ia menegaskan hal itu tidak sejalan dengan karakter dan nilai yang dimiliki Yogyakarta. Penyamaan konsep tersebut, berisiko merusak lingkungan dan dikhawatirkan menghilangkan identitas Yogyakarta sebagai kota wisata.

"Banyak investor menyampaikan bahwa pembangunan (pariwisata) di Gunungkidul mau dibuat seperti Bali," kata GKR Mangkubumi dalam arahannya saat menghadiri Musyawarah Daerah ke-IX Kadin Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.

Ia pun kembali menegaskan sikapnya agar identitas Jogja tetap dijaga dalam setiap proses pembangunan. Dalam konteks ini, pengurus Kadin Gunungkidul diminta berperan aktif memastikan arah investasi tidak melenceng dari jati diri daerah.  Putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X itu juga mendorong Kadin menghadirkan investasi padat karya yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa mengorbankan kelestarian alam.

"Saya selalu menyampaikan, kita adalah Jogja, bukan Bali. Selain itu memilih industri yang (akan dibangun -Red) yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam," ujarnya.

Sementara itu, Joko Pitoyo yang kembali terpilih sebagai Ketua Kadin Gunungkidul untuk dua periode, menyatakan komitmennya menarik investasi padat karya guna mengurangi pengangguran, khususnya di wilayah utara Gunungkidul yang dinilai memiliki potensi industri.

Pihaknya siap mengawal agar pengelolaan pariwisata selalu memperhatikan daya dukung lingkungan dan karakter wilayah, terutama kawasan pesisir dan perdesaan di Gunungkidul. Selain industri dan pariwisata, potensi sektor pertanian dan perikanan juga akan menjadi perhatian utama. Gunungkidul saat ini masih menjadi penyangga pangan bagi DIY melalui produksi padi di wilayah semin dan sekitarnya. Bupati juga berharap adanya dukungan lebih lanjut melalui Dana Keistimewaan (Danais) untuk memperkuat UMKM, kesehatan warga, dan kualitas pendidikan di Gunungkidul.

"Kadin Gunungkidul berencana untuk terus menarik investasi padat karya guna mengurangi pengangguran di wilayah tersebut," katanya.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih juga menyampaikan pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan investasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Ia menegaskan peran strategis Kadin sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan perizinan yang transparan dan cepat selama sesuai aturan.

"Kami sudah melihat beberapa perusahaan yang berkontribusi bagi Gunungkidul. Termasuk wilayah utara, maka kita siapkan akses jalan dan disetujui pemerintah pusat," ujar Endah.

Read Entire Article
Politics | | | |