Gubernur DKI Jakarta: Pasar di Ibu Kota Perlu Revitalisasi dan Integrasi

3 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui bahwa pasar di ibu kota masih belum terintegrasi dengan sistem transportasi dan belum dikelola dengan baik.

Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development”, yang digelar di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta, Senin, Pramono menekankan,  “Sebenarnya, banyak market di Jakarta yang tidak kalah dengan di luar negeri, termasuk tidak kalah dengan Chatuchak Plaza yang ada di Bangkok maupun Markthal yang ada di Rotterdam. Problemnya adalah belum terintegrasi dan dikelola secara baik, secara internasional.”

Sebagai contoh, ia menyebut Tsukiji Market di Tokyo, yang kerap dikunjungi pejabat tinggi,  seperti menteri, presiden, perdana menteri, dan gubernur, untuk menikmati sushi, sashimi, dan kopi sambil bersantai. Pramono mengakui, kondisi seperti ini belum terwujud di pasar-pasar Jakarta, meskipun kualitasnya tidak kalah.

Gubernur berharap pasar di Jakarta dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar ruang transaksi ekonomi. Ia ingin pasar menjadi pusat budaya, ruang publik, dan destinasi wisata.

“Itulah yang belum ada di kita. Padahal secara kualitas, apa yang kita lihat di Pasar Santa, misalnya, atau Pecinan Glodok, nggak kalah. Saya mengharapkan suatu hari, walaupun di Pasar Glodok Pecinan itu yang orang asingnya sudah mulai banyak, tapi suatu hari saya berharap ada Gubernur Tokyo makan di situ, ada menterinya, ada parlemennya,” ungkap Pramono.

Pramono menekankan bahwa revitalisasi pasar harus menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif. Ia juga mendukung peningkatan kolaborasi dalam pengembangan pasar, termasuk melalui FGD tersebut, yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.

“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan, hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” ucap Pramono.

BBPOM: Dua Pasar Tradisional di Makassar Bebas dari Zat Berbahaya

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengumumkan bahwa dua pasar tradisional di Makassar, Pasar Terong dan Pasar Toddopuli, bebas dari zat berbahaya.

Yosef menyampaikan hal ini setelah melakukan pemantauan langsung bersama Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Evy Aprialti, di Pasar Terong, Senin. BBPOM dan Disdagperin Makassar turun langsung untuk memastikan keamanan bahan pangan yang diperjualbelikan.

Dalam kegiatan tersebut, BBPOM mengerahkan laboratorium keliling (mobile laboratory) untuk melakukan pengujian cepat terhadap berbagai sampel, mulai dari takjil, bahan pangan segar dan olahan, hingga produk kosmetik.

“Hasil uji laboratorium mobile menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa negatif dari penggunaan zat berbahaya,” kata Yosef. Ia menegaskan tidak ditemukan kandungan pewarna maupun pengawet berbahaya pada makanan, serta tidak ada zat berbahaya pada kosmetik yang diuji.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |