Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS);dan Israel terhadap Iran yang terjadi sejak Sabtu (27/2/2026). Ia menilai tindakan tersebut sebagai aksi brutal yang merusak tatanan internasional dan berpotensi memicu konflik global tak terkendali.
“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya itu dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Gus Yahya menegaskan, dirinya mengutuk keras serangan tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan itu.
Ia mengajak seluruh umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberi ketegaran dan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit tersebut.
Meski demikian, Gus Yahya juga menyatakan penyesalan atas tindakan Iran yang melakukan serangan terhadap sejumlah negara tanpa alasan yang dapat diterima. Menurutnya, langkah tersebut justru mendorong eskalasi konflik dan menyulitkan upaya penyelesaian damai.
“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,”kata dia.
PBNU, kata dia, menyerukan masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai perwujudan strukturalnya. Menurut dia, PBB harus dapat menjalankan fungsi efektif sebagai penjaga tatanan internasional.

2 hours ago
3














































