Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat menghadiri Festival Grassroots U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 tingkat nasional di JEC Mini Soccer, Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Selasa (8/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menghadiri Festival Grassroots U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 tingkat nasional di JEC Mini Soccer, Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Selasa (8/7/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi lahirnya pemain-pemain tim nasional Indonesia di masa depan.
Festival Grassroots U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 ini diikuti tim-tim perwakilan provinsi dari seluruh Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta muda sepak bola sejak usia dini.
Erick menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY dan PSSI Provinsi DIY yang dinilai memiliki komitmen membangun sepak bola dari level paling dasar. Dalam Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden, PSSI juga menerjunkan jajaran Exco untuk memantau langsung potensi para pemain muda. Proses pencarian bakat dilakukan secara serius sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon pemain Timnas Indonesia di masa depan.
"Saya terima kasih kepada pemerintah daerah, ya kan, PSSI Provinsi Yogyakarta yang percaya bahwa menciptakan pemain itu harus dari bawah. Karena itu, saya hadir di sini bersama para Exco, ada Pak Mamed, ada Pak Khairul melihat secara langsung bagaimana kejuaraan U-10, U-12 ini menjadi pondasi untuk mencari bibit-bibit baru untuk pemain tim nasional masa depan," kata Erick saat dijumpai seusai kunjungannya di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi semakin penting setelah FIFA mulai menggelar kejuaraan kelompok umur U-15 pada tahun ini. Karena itu, Indonesia harus menyiapkan regenerasi pemain sejak usia yang lebih muda.
"Apalagi FIFA sekarang sudah membuat kejuaraan U-15, ya, U-15 yang dimulai tahun ini di bulan Oktober. Nah, ini juga kita harus persiapkan," ujarnya.
"Dari mana (mempersiapkannya)? Ya tentu dari bibit-bibit yang nanti di bawah U-15. Tapi bukan enggak mungkin ada salah satu dua pemain yang U-12 bisa saja bermain di U-15. Kemarin Belanda saja sudah menghapuskan tim U-15-nya. Bukan karena mereka tidak percaya dengan U-15 Belanda, tetapi dia juga ingin menjaring U-15-nya bisa langsung ke U-17. Nah, tiap negara punya strategi masing-masing, tetapi tentu Indonesia kita percaya membangun dari bawah ya," ujarnya.

13 hours ago
16














































