Foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker di depot bahan bakar Aral di kilang minyak Ruhr Oel milik BP Gelsenkirchen GmbH di Gelsenkirchen, Jerman, 17 Maret 2026. Karena meningkatnya konflik di Timur Tengah, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak melewati 100 dolar AS per barel.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Harga minyak dunia melonjak tajam setelah serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Iran, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak Brent, acuan global, naik sekitar 5 persen hingga mendekati 110 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat, mencerminkan meningkatnya premi risiko akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Serangan tersebut menargetkan South Pars gas field, ladang gas terbesar di dunia yang menjadi tulang punggung pasokan energi Iran. Gangguan pada fasilitas ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dan gas global.
Eskalasi konflik antara Iran dan Israel telah mengganggu distribusi energi di kawasan Teluk, termasuk jalur strategis Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Gangguan tersebut berpotensi menekan pasokan global hingga jutaan barel per hari, sehingga mendorong kenaikan harga energi secara signifikan.
Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi global, mengingat harga energi merupakan komponen utama dalam biaya produksi dan distribusi barang. Kenaikan harga minyak juga berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan logistik secara luas.
Pasca serangan, Iran mengancam akan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Ancaman ini memperbesar risiko gangguan lanjutan pada rantai pasok energi global.
Selain itu, sejumlah fasilitas energi di kawasan tersebut dilaporkan terdampak serangan, termasuk fasilitas gas di Qatar, yang semakin memperburuk sentimen pasar.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah darurat, termasuk pelonggaran aturan pengiriman energi dan membuka peluang pasokan tambahan dari negara lain seperti Venezuela, guna meredam lonjakan harga.
sumber : REUTERS

3 hours ago
5
















































