Hotel Global Mulai Andalkan AI, Pengalaman Tamu Kini Berubah Total

6 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola jaringan hotel internasional yang berbasis di Bangkok, Minor Hotels, mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan pengalaman tamu di lebih dari 640 properti mereka di berbagai negara.

"AI kini menjadi pintu utama dalam perjalanan wisata, dan dengannya, kendali atas permintaan juga turut berubah," kata Kepala Bagian Komersial Minor Hotels Ian Di Tullio dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Untuk memperkuat langkah tersebut, perusahaan menggandeng sejumlah mitra teknologi global seperti Google Cloud, Salesforce, OneTrust, dan Deloitte. Kolaborasi ini bertujuan membangun platform digital terintegrasi yang menghubungkan data tamu, aktivitas pemasaran, hingga operasional layanan hotel.

Platform tersebut akan memanfaatkan teknologi Google Cloud, termasuk BigQuery dan Vertex AI, untuk mengolah data dalam skala besar. Dengan sistem ini, Minor Hotels dapat memahami preferensi tamu, menghadirkan penawaran yang lebih personal, serta memastikan pengelolaan data tetap aman dan sesuai prinsip privasi.

Tidak hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana, Minor Hotels juga mengembangkan sistem berbasis AI agent yang mampu menangani pemesanan, menyusun rencana perjalanan, hingga merespons permintaan tamu secara real-time.

Managing Director Southeast Asia Google Cloud Mark Micallef menyebut, integrasi teknologi ini memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan yang lebih cepat, personal, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

"Ke depan, AI agent yang mampu memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan akan menjadi kunci dalam perjalanan pelanggan," ujarnya.

Tren yang dilakukan Minor Hotels mencerminkan perubahan besar di dunia kerja global. Saat ini, semakin banyak pekerjaan menggunakan AI karena teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat. Di era digital, setiap aktivitas menghasilkan data, dan AI menjadi alat utama untuk membaca pola serta mengambil keputusan berbasis informasi tersebut.

Selain itu, tuntutan efisiensi juga mendorong perusahaan mengadopsi AI. Berbagai tugas rutin kini dapat diotomatisasi, mulai dari layanan pelanggan hingga analisis operasional. Hal ini membuat perusahaan bisa menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |