In This Economy, Masak Makanan Tradisional Bisa Jadi Solusi

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam menyusun strategi memasak sehari-hari. Bagaimana cara agar tetap hemat tanpa mengorbankan kebutuhan gizi keluarga?

Dokter dan ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, mengungkapkan Indonesia sejatinya kaya akan bahan pangan lokal serta rempah-rempah yang bernilai gizi tinggi. Menurutnya, kondisi ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap mengonsumsi makanan sehat.

"Sebetulnya mau situasi apapun, negeri ini cukup pangan sehat. Dan mestinya swasembada pangan tidak terpengaruh," kata dr Tan saat dihubungi Republika, Rabu (8/4/2026).

la menjelaskan masyarakat bisa memanfaatkan beragam masakan tradisional Indonesia yang tidak hanya hemat, tetapi juga bergizi.

Dalam pengolahan sayuran, misalnya, tidak harus selalu ditumis. Banyak alternatif lain seperti urap, trancam, gado-gado, pecel, karedok, plecing, sayur bening, sayur asem, sup, hingga bobor dan lawar.

"Karena perlu diketahui, tumis itu bukan cara masak orang Indonesia, tapi asing. Kalau mau sehat ada banyak cara memasak sayur asli Indonesia," kata dr Tan.

Kemudian untuk sumber protein seperti ikan, dr Tan juga menyarankan untuk tidak melulu digoreng karena dapat merusak kandungan omega-3. Sebagai alternatif, ikan bisa diolah menjadi pepes, pangek, asam padeh, arsik, hingga bakar bungkus daun.

"Selain itu, bisa juga dibuat gulai, pindang, kari, tekwan, hingga naniura yang tetap lezat dan bergizi. Naniura itu sashimi ala Tapanuli," kata dr Tan.

Selain cara memasak, pengelolaan bahan makanan juga berperan penting dalam menghemat pengeluaran rumah tangga. la mengingatkan agar bahan makanan yang telah dibeli dan sebelumnya disimpan di suhu dingin, segera dimasukkan kembali ke kulkas dalam waktu kurang dari dua jam, terutama jika suhu ruangan di atas 32 derajat Celsius.

Masyarakat juga disarankan memberi label tanggal dan bulan pada makanan yang disimpan di kulkas atau freezer. Lalu kelompokkan bahan berdasarkan jenisnya, seperti buah, sayur, daging, bahan yang akan segera dimasak, dan sisa lauk.

"Kebersihan juga perlu diperhatikan, seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum membersihkan bahan makanan. Sayur dan buah cukup dicuci dengan air mengalir, kemudian dibilas dengan air minum," kata dr Tan.

Selain itu, bahan makanan sebaiknya disimpan dalam kondisi siap dimasak untuk menjaga kebersihan kulkas sekaligus memudahkan proses memasak. la juga mengingatkan agar tidak membuang sisa makanan.

"Biasakan sisa lauk masuk dalam wadah tertutup, segera hangatkan dan habiskan di waktu makan selanjutnya," saran dr Tan.

Read Entire Article
Politics | | | |