Indonesia–GCC Kebut Perundingan FTA, Target Rampung Tahun Ini

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) mempercepat perundingan Persetujuan Perdagangan Bebas Indonesia–GCC (Indonesia–GCC FTA) melalui putaran keempat yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 18–23 Januari 2026. Pemerintah menargetkan penyelesaian substansi perjanjian tersebut dapat dicapai pada tahun ini.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Wijtaksono, mengatakan, putaran keempat menjadi fase krusial untuk mendorong penyelesaian perundingan secara substantif. “Kami optimistis dinamika pembahasan yang konstruktif dan solusi yang saling menguntungkan dapat semakin dipercepat sehingga penyelesaian substantif Indonesia–GCC FTA pada 2026 dapat tercapai,” ujar Djatmiko dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Putaran keempat mencerminkan komitmen Indonesia dan GCC menjaga kesinambungan perundingan sekaligus memperdalam substansi kesepakatan. Fokus pembahasan meliputi perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, serta ketentuan asal barang. Selain itu, perundingan juga mencakup penguatan kerja sama ekonomi Islam dan sektor halal.

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia, Danang Prasta Danial, menilai putaran keempat sebagai momentum konsolidasi atas kemajuan yang telah dicapai sebelumnya. Ia menyebut pembahasan kini semakin teknis dan terfokus seiring meningkatnya pemahaman atas kepentingan masing-masing pihak.

“Pada tahap ini Indonesia dan GCC berupaya mengatasi ruang perbedaan melalui dialog yang konstruktif dengan tetap menjaga keseimbangan kepentingan dan prinsip saling menguntungkan,” kata Danang.

Ia menambahkan, kedua pihak berharap perundingan dapat segera dirampungkan untuk memperluas akses pasar barang dan jasa Indonesia ke negara-negara Teluk.

GCC beranggotakan enam negara, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar. Perundingan Indonesia–GCC FTA resmi diluncurkan pada 31 Juli 2024 dan diposisikan sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Pemerintah memproyeksikan perjanjian ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia hingga 17,4 persen, terutama pada sektor peralatan elektronik, kulit, produk logam, manufaktur, dan tekstil. Selain itu, FTA ini diharapkan memperluas ekspor jasa, khususnya jasa perhubungan udara dan jasa bisnis ke kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia–GCC pada periode Januari–November 2025 tercatat sebesar 15,45 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia mencapai 7,59 miliar dolar AS dan impor sebesar 7,86 miliar dolar AS. Pada 2024, total perdagangan kedua pihak mencapai 15,58 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 7,04 miliar dolar AS dan impor 8,54 miliar dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |