Pesawat Hercules TNI AU nomor registrasi A-1342 mendarat di Bandara Internasional Naypyidaw, Myanmar, Selasa (1/4/2025/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengirimkan 124 ton atau senilai 1,2 juta dolar AS bantuan kemanusiaan untuk korban gempa yang melanda Myanmar. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan total bantuan 64 ton dari swasta dan 60 ton merupakan bantuan pemerintah.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri mengatakan sekitar 20 ton sudah di Myanmar. Indonesia juga mengirimkan 157 personel SAR dan EMT.
Sebanyak 69 orang di antaranya berangkat dengan kloter ketiga pada Kamis (3/4/2025). Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar yang terdampak gempa bumi pada 28 Maret lalu.
"Pemerintah Indonesia berharap bantuan berisi obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia tersebut dapat membantu meringankan beban penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak," kata Sugiono di Upacara Pelepasan Bantuan Kemanusiaan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan yang diperlukan rakyat Myanmar dan Thailand yang juga dilanda gempa.
“Bapak Presiden telah memerintahkan Menko PMK dan Kepala BNPB untuk mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan bagi Myanmar. Sekaligus, Bapak Presiden juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan empati yang tulus kepada rakyat Myanmar yang menjadi korban gempa," tambah Sugiono.
Sugiono menambahkan diplomasi kemanusiaan Indonesia didasari semangat kemanusiaan dan solidaritas sesama anggota ASEAN. Pemberian bantuan ini juga mengedepankan aspek inklusivitas bagi semua yang terdampak di Myanmar.
Pada Senin (1/4/2025), Indonesia juga telah mengirimkan bantuan yang disertai dengan pengerahan 61 petugas INASAR. Pemerintah Myanmar meminta bantuan kepada masyarakat internasional, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk membantu penanggulangan bencana alam akibat gempa bumi pada 28 Maret 2025.
Pusat gempa di Myanmar berkekuatan 7,7 skala Richter, berjarak 13 km arah barat laut dari Kota Sagaing, dengan gempa susulan di dua kota terbesar di Myanmar, yakni Mandalay dan ibu kota Nay Pyi Taw.
Indonesia pernah memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar ketika terdampak Siklon Mocha, pada 24 Juni 2023. Saat itu, bantuan yang dikirimkan seberat 45 ton dengan estimasi nilai sebesar Rp 7,7 miliar.