REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia menjadi pelopor pertama dengan diselenggarakannya Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 pada 2-4 Juli 2026.
Pelaksanaan di hotel Grand Hyatt yang berada di pusat ibukota Jakarta dekat Bundaran Hotel Indonesia dan Plaza Indonesia dihadiri para peneliti dan pakar dalam bidang pengobatan regeneratif dari berbagai negara.
APREMIC 2026 Chairman, Dr dr Cosmos Octavianus Mangunsong, SpM(K), DABRM menyebutkan Indonesia memiliki misi menjadi bangsa yang dapat menolong dunia dengan melahirkan para expert dalam bidang ilmu pengetahuan dan medis khususnya pengobatan regeneratif.
"Bersama, kita dapat mencapai target, menyembuhkan dunia dengan pengobatan regeneratif. Mari kita berkolaborasi untuk membuat mimpi ini menjadi nyata. Kongres pengobatan regeneratif Asia Pasific ini menjadi yang pertama dan semoga dapat membawa manfaat untuk semua pihak," ujar Cosmos, dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Sabtu (4/6/2026).
Kongres APREMIC perdana di Indonesia dijelaskan Cosmos untuk kepada dunia bahwa Indonesia bisa mengadakan kongres dalam bidang stemcell dan regenerative medicine.
APREMIC 2026 merupakan kolaborasi dari pemerintah, swasta, dan lembaga kesehatan untuk mewujudkan kongres berskala internasional tersebut. Dengan lebih dari 20 negara yang hadir, diharapkan dapat meningkatkan citra kesehatan di Indonesia di mata dunia.
"Tujuan utama nya memperkenalkan Indonesia kepada dunia bahwa kita tidak kalah, kita punya expert, dan kita juga dihormati di luar negeri sebagai pelaksana pelayanan stemcell dan regenerative medicine," tambahnya.
Presiden INASRM (Indonesia Society Regenerative Medicine), Dr Dr Dr dr Jonny, Sp PD-KGH, M Kes, MM, DCN, DABRM, FISN mengatakan pengobatan regeneratif tidak hanya menolong orang hidup lebih lama, tapi membuat mereka dapat berfungsi, mandiri, dan menikmati hidup yang berkualitas.
"Itulah mengapa kita berkumpul hari ini, tidak ada jarak antara pasien dengan masa depan, dimana teknologi dipelajari di laboratorium. Inovasi menjadi bermanfaat saat mencapai pasien dengan aman dan efektif. Ini menjadi semangat kongres APREMIC 2026," kata Jonny.
Pihaknya juga mengundang berbagai pihak peneliti, akademisi, regulator, industri, dan para pemimpin seluruh dunia untuk transformasi ilmu pengetahuan menjadi dampak nyata dalam bidang regeneratif medicine.
Beberapa diantaranya yang hadir adalah para peneliti dan pakar pengobatan regeneratif dari berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Swedia, Brazil, Bangladesh, India, Iran, Pakistan, Yaman, Ukraina, Korea Selatan, China, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak yang membuat pelaksanaan APREMIC 2026 bisa terwujud. Saya berharap APREMIC 2026 menjadi lahirnya ide baru, kolaborasi baru muncul, dan berbagai kesempatan serta peluang," paparnya.
Jonny mengungkapkan masa depan dari pengobatan regeneratif tidak dibangun oleh satu institusi, satu negara atau disiplin ilmu, namun hanya dapat dibangun secara kolaboratif bersama.
"Kongres regeneratif medicine, kalau secara awam itu sekarang ramai dengan stemcell,sekretom exosom gitu kan? Tapi sebetulnya regenatif medis ini bukan hanya itu. Bahkan ozon hidrogen hiperbarik itu masuk ke dalam regeneratif medicine," ungkap dia.
Regeneratif medicine dijelaskan Jonny suatu cara untuk memperbaiki atau merangsang pertumbuhan jaringan atau organ baru untuk memperbaiki atau menggantikan organ yang sudah rusak.
"Penggunaan regeneratif medicine sekarang lebih luas ini misalnya untuk luka lutut bisa dikasih stemcell, orang mengalami luka bakar bisa dikasih stemcell, orang dengan penyakit kronis seperti ginjal, hati dan jantung bisa diberikan manfaat stemcell," kata Jonny.
Permintaan terhadap stemcell disebut Jonny sangat besar di Indonesia. Bahkan banyak orang Indonesia yang melakukan terapi stemcell di luar negeri.
"Kalau ada rumah kita sendiri, kenapa tidak di Indonesia. Pelaksanaan kongres ini untuk membuktikan bahwa Indonesia itu bisa, ada dan tidak ketinggalan dalam bidang kedokteran regeneratif ini," kata dia.
Executive Director American Board of Regenerative Medicine (ABRM), Prof Chris Paulus mengatakan pelaksanaan APREMIC 2026 sangat penting karena menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh Indonesia dalam bidang pengobatan regeneratif.
"Pengobatan regeneratif sendiri merupakan pengobatan menggunakan teknologi terbaru. Kepemimpinan Indonesia dalam pengobatan regeneratif membawa berbagai para ahli ke Indonesia dalam kongres ini," ujar Chris.

2 hours ago
11















































