REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah memperkuat pengembangan food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui penerapan manajemen risiko lintas sektor. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas proyek, mendukung target swasembada pangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemerintah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan proyek serupa sebelumnya tidak mencapai hasil optimal. "Salah satu langkahnya ialah menerapkan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor," kata Hanif dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Ia menyampaikan, pemerintah memastikan proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) di Kalimantan Tengah kini dilengkapi dengan manajemen risiko yang matang. Proyek KPEAN atau food estate ini sebenarnya telah beberapa kali dijalankan, yakni pada tahun 1995, 1999, 2020, hingga era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Semuanya belum membuahkan hasil yang memuaskan, mulai tahun 1995, kemudian tahun 1999, 2020, dan hari ini," ujar Hanif. Oleh karena itu, pendekatan baru dengan manajemen risiko lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan keberhasilan proyek kali ini.
Libatkan Banyak Kementerian dan Fokus di Luar Kawasan Hutan
Menurut Hanif, proyek food estate di Kalimantan Tengah melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang lebih baik dan akuntabel.
Pemerintah juga akan memfokuskan pengembangan pada lahan di luar kawasan hutan. Lokasi tersebut telah melalui kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait sejak tahun 2020. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menghindari masalah lingkungan dan tata guna lahan yang kerap menjadi kendala di masa lalu.
Dukung Swasembada Pangan di Empat Provinsi
Hanif menegaskan, pengembangan food estate di Kalimantan Tengah membuat program swasembada pangan tidak hanya terpusat di Papua Selatan, tetapi juga mencakup empat provinsi lainnya. "Apa yang dicita-citakan dalam nawacita Bapak Presiden untuk membangun ketahanan pangan kita memang harus benar-benar serius kita bangun pada kondisi yang seperti ini," tutur Hanif.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mengembangkan proyek food estate di Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah. Setiap daerah difokuskan untuk menghasilkan komoditas sesuai karakteristik lahannya.
Di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, misalnya, pemerintah mengembangkan kentang, bawang putih, dan bawang merah. Sementara itu, kawasan food estate di Kalimantan Tengah difokuskan untuk produksi padi dan singkong.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
11















































