Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan Israel yang menargetkan kamp pengungsi di Kota Gaza, pada 9 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Indonesia akan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump. Sikap itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri melalui keterangannya pada Kamis (22/1/2025).
"Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung ke dalam Dewan Perdamaian," tulis Kemenlu lewat keterangan di akun X.
Para Menteri mengumumkan keputusan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian secara bersama. Setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan lain yang diperlukan di negara masing-masing.
Para Menteri, tulis Kemenlu, menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump. Mereka menegaskan kembali komitmen negara masing-masing untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.
Hal sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen.
Selain itu untuk mendukung rekonstruksi Gaza, dan memajukan perdamaian yang adil dan abadi yang berlandaskan hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional. "Sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi semua negara dan rakyat di kawasan tersebut."
Sementara itu banyak negara-negara di Uni Eropa khawatir dengan Dewan Perdamaian Gaza yang ke depan bakal menggantikan PBB. Demikian laporan Financial Times, Rabu (21/1).

2 hours ago
3














































