Influenza A Meningkat, DPR Minta Layanan Kesehatan Anak Diperkuat

1 hour ago 4

Petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa menangani pasien yang diduga terjangkit virus influenza di Banda Aceh, Aceh, Rabu (5/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Obet Rumbruren meminta pemerintah mengantisipasi peningkatan kasus Influenza A, terutama pada kelompok anak usia dini. Ia menyoroti data surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menunjukkan proporsi spesimen positif influenza meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Obet mengatakan, mayoritas kasus yang terdeteksi merupakan Influenza A (H1N1) pdm09, dengan kelompok usia 0–4 tahun disebut menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Ketika balita dan anak usia dini menjadi kelompok paling rentan, negara tidak boleh bersikap reaktif semata,” kata dia melalui keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Obet mengakui, Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza dalam level terkendali dan bersifat musiman. Namun, ia meminta pemerintah mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus, termasuk dengan memperkuat kapasitas layanan kesehatan.

Ia juga menyoroti peningkatan rawat inap di sejumlah rumah sakit sentinel, terutama ruang rawat inap anak. Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang mulai penuh di sejumlah daerah juga dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Influenza A bukan sekadar flu biasa bagi kelompok rentan, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Bagi mereka, komplikasi bisa berujung serius,” kata dia.

Karena itu, Obet meminta pemerintah memperkuat deteksi dini sekaligus memastikan ketersediaan tenaga dokter spesialis anak, obat-obatan, ruang rawat anak, dan protokol penanganan yang terstandar.

Selain fasilitas kesehatan, ia meminta pemerintah memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami masyarakat. Edukasi kepada orang tua dinilai penting agar masyarakat dapat mengenali gejala yang memerlukan perhatian medis tanpa menimbulkan kepanikan.

“Edukasi tentang gejala yang harus diwaspadai, demam tinggi, batuk, sesak napas, perlu digencarkan. Pemerintah juga harus menguatkan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh,” ujar dia.

Read Entire Article
Politics | | | |