Instagram dan Facebook Pakai Al untuk Deteksi Pengguna di Bawah Umur

3 hours ago 6

Wanita menggunakan aplikasi Instagram (ilustrasi). Meta akan menggunakan kecerdasan buatan (Al) untuk menganalisis foto dan video guna mengidentifikasi pengguna yang kemungkinan berusia di bawah 13 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meta mengumumkan langkah baru dalam upaya melindungi anak-anak di platformnya. Perusahaan induk Instagram dan Facebook tersebut akan menggunakan kecerdasan buatan (Al) untuk menganalisis foto dan video guna mengidentifikasi pengguna yang kemungkinan berusia di bawah 13 tahun.

Dalam pernyataan resminya, Meta menjelaskan bahwa Al mereka akan mencari petunjuk visual seperti tinggi badan atau struktur tulang untuk memperkirakan usia seseorang. Perusahaan menegaskan bahwa sistem ini bukan pengenalan wajah, melainkan analisis pola umum untuk memperkirakan usia secara tidak spesifik.

"Al kami melihat tema umum dan petunjuk visual, seperti tinggi badan atau struktur tulang, untuk memperkirakan usia seseorang; tidak mengidentifikasi individu tertentu dalam gambar," kata Meta, dilansir laman TechCrunch, Kamis (7/5/2026).

Teknologi ini juga digabungkan dengan analisis teks dan interaksi pengguna untuk meningkatkan akurasi dalam menemukan akun di bawah umur. Sistem analisis visual saat ini sudah beroperasi di sejumlah negara, dengan rencana perluasan ke lebih banyak wilayah dalam waktu dekat.

Tidak hanya itu, Meta juga akan menggunakan Al untuk menilai keseluruhan profil pengguna untuk petunjuk kontekstual seperti perayaan ulang tahun, penyebutan nilai sekolah, serta sinyal lain yang muncul dalam unggahan, komentar, bio, caption, dan berbagai format konten lainnya. Teknologi ini juga akan diperluas ke fitur lain seperti Instagram Live dan Facebook Groups.

Jika sistem mendeteksi kemungkinan bahwa pengguna masih di bawah umur, akun tersebut akan dinonaktifkan. Pengguna kemudian harus melakukan verifikasi usia melalui prosedur resmi Meta agar akun tidak dihapus permanen.

Read Entire Article
Politics | | | |