REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia mendorong kebutuhan terhadap platform transaksi yang tidak hanya menawarkan kemudahan akses, tetapi juga mampu memberikan data pasar secara cepat dan sistem yang andal. Per Agustus 2026, jumlah investor tercatat mencapai 31,14 juta Surat Izin Depositori (SID), tumbuh sekitar 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut membuat pilihan aplikasi beli saham untuk mengakses berbagai instrumen investasi semakin beragam. Namun, kebutuhan pengguna berbeda, terutama antara investor jangka panjang dan trader yang melakukan transaksi dalam waktu singkat.
Bagi trader, kecepatan eksekusi dan kelengkapan informasi menjadi faktor penting karena keputusan transaksi dapat dilakukan dalam hitungan menit selama jam perdagangan. Karena itu, pemilihan platform tidak cukup hanya mempertimbangkan tampilan aplikasi dan jumlah fitur yang ditawarkan.
Aspek legalitas dan perlindungan dana menjadi saringan awal. Platform yang digunakan perlu memiliki izin Perantara Pedagang Efek dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyediakan Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama nasabah, serta memiliki perlindungan melalui Indonesia SIPF.
Selain legalitas, rekam jejak sistem juga perlu menjadi perhatian. Pengguna dapat melihat bagaimana platform menangani gangguan sistem, respons dukungan ketika terjadi kendala, serta transparansi mengenai status sistem secara waktu nyata.
Kelengkapan data intraday juga menjadi faktor yang menentukan kualitas keputusan transaksi. Sejumlah fitur seperti order book, running trade, broker summary, dan foreign flow kini tersedia di banyak platform.
Namun, perbedaannya terletak pada kedalaman dan kecepatan data. Pengguna perlu memperhatikan apakah data ditampilkan secara waktu nyata atau terdapat jeda, seberapa dalam informasi antrean pada order book, serta apakah broker summary dapat difilter berdasarkan periode tertentu.
Riwayat foreign flow juga dapat digunakan untuk melihat tren aliran dana asing dalam beberapa hari atau pekan. Meski demikian, data tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai informasi pendukung dan bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan transaksi.
Keandalan sistem menjadi semakin penting ketika aktivitas pasar meningkat. Volatilitas tinggi umumnya terjadi pada pembukaan dan penutupan perdagangan maupun ketika instrumen mengalami pergerakan ekstrem.
Dalam kondisi tersebut, keterlambatan eksekusi order dapat berdampak pada harga transaksi. Karena itu, pengguna perlu melihat rekam jejak stabilitas platform ketika menghadapi kondisi pasar dengan aktivitas tinggi, bukan hanya ketika perdagangan berlangsung normal.
Kebutuhan pengguna juga tidak berhenti pada perangkat ponsel. Trader yang memantau banyak instrumen secara bersamaan dapat membutuhkan platform desktop dengan tampilan multi-panel, indikator teknikal, serta perangkat analisis lainnya.
Platform desktop memungkinkan pengguna mengakses sejumlah informasi dalam satu layar sehingga pemantauan pasar dapat dilakukan secara lebih luas.
Salah satu platform yang disebut dalam materi adalah Ajaib. Platform tersebut disebut telah terdaftar dan diawasi OJK serta menyediakan akses transaksi melalui perangkat ponsel dan desktop. Ajaib juga menyediakan data seperti order book, running trade, broker summary, dan foreign flow. Untuk versi desktop, Ajaib Terminal disebut memiliki tampilan multi-panel, lebih dari 50 indikator teknikal, watchlist, dan inventory analysis.

1 hour ago
1














































