Iran Ungkap Skenario Perang Vs AS: Israel dan Negara Teluk Ikut Hancur, Ekonomi Global Terdisrupsi

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengungkap visi mereka menghadapi perang melawan Amerika Serikat (AS) meski Teheran menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah memulai sebuah perang. Dalam skenario ini, Iran menerapkan lima tahap peperangan dan mendisrupsi ekonomi global.

Dalam sebuah detail rencana perang yang dipublikasikan oleh Tasnim dilansir Telegraph, pada akhir pekan ini, kepemimpinan Iran akan menerapkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS, front perang baru yang dibuka oleh sekutu di kawasan, perang siber, hingga melumpuhkan jalur perdagangan minyak dunia. Lewat strategi itu, Iran meyakini faktor geografi Timur Tengah akan menang melawan teknologi Amerika.

Tahap pertama: AS menyerang Iran

Skenario perang Iran dimulai dengan serangan udara dan rudal-rudal AS manergetkan situs-situs nuklir mereka, instalasi militer, dan markas IRGC, yang mana hampir semuanya terletak di kawasan padat penduduk. Kemungkinan AS akan memulai serangan dari kapal induk termasuk USS Abraham Lincoln yang saat ini berada di kawasan, tim pengebom yang terbang dari AS atau pangkalan militer di Eropa, dan mungkin juga mengirim pesawat yang diterbangkan dari pangkalan militer di negara sekutu di Timur Tengah.

Pentagon diketahui telah merancang serangan seperti itu terhadap Iran lebih dari beberapa dekade dan pernah direalisasikan saat jet-jet tempur AS mengebom situs-situs nuklir Iran pada Juni 2025. Presiden Donald Trump telah berulang kali menebar ancaman untuk menyerang Iran lagi termasuk saat demonstrasi besar terjadi di Iran pada awal tahun ini.

Berbicara kepada Telegraph, mantan kepala Mi6, Sir Richard Dearlove, mengatakan, "Saya pikir peluang serangan bisa dibilang tinggi, dan alasan peluangnya tinggi karena Israel mendesak Trump untuk melakukannya."

Paket serangan AS akan termasuk pengiriman jet-jet siluman, munisi berpresisi tinggi dan lontaran rudal terkoordinasi untuk membuat sistem pertahanan udara Iran kewalahan. Keunggulan teknologi dan senjata hipersonik dan alat elektronik perang membuat AS memiliki keuntungan signifikan.

Namun demikian, Iran menegaskan bahwa mereka sudah mempersiapkan skenario ini lewat pemindahan aset-aset kritis, membangun struktur komando baru, membangun fasilitas bawah tanah yang akan membuat mereka bisa bertahan dari serangan awal AS. Perhitungan Iran tergantung pada pencegahan kerusakan dampak serangan tapi pada kemampuan melancarkan serangan balik.

"Kami siap untuk aksi apapun dari musuh," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, saat berkunjung ke kota rudal bawah tanah Iran pada Rabu pekan lalu.

"Setelah perang 12 hari, kami mengganti doktrin militer dari defensif ke ofensif dengan mengadopsi sebuah kebijakan perang asimetris dan respons menghancurkan terhadap musuh," kata Mousavi.

Read Entire Article
Politics | | | |