Menbud Fadli Zon Tetapkan 5 Desa Budaya Terbaik 2025: Samosir Jadi Puncak Perayaan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SAMOSIR – Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi menetapkan lima desa sebagai penerima Apresiasi Desa Budaya 2025.

Pengumuman ini merupakan bagian dari rangkaian Program Pemajuan Kebudayaan Desa, dengan puncak seremoni yang digelar di Huta Sinapuran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Ahad (8/2).

Kelima desa terpilih tersebut dinilai sukses membangun ekosistem kebudayaan yang hidup, berkelanjutan, dan berakar kuat pada identitas lokal. Selain menjaga tradisi, desa-desa ini mampu mengelola budaya sebagai sistem kehidupan yang memberikan dampak nyata secara sosial, ekologis, maupun ekonomi bagi warganya.

Berikut adalah daftar lima desa penerima apresiasi tersebut:

Desa Cibaliung, Provinsi Banten.

Desa Duarato, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Desa Suak Timah, Provinsi Aceh.

Desa Tanjung Isuy, Provinsi Kalimantan Timur.

Desa Tebat Patah, Provinsi Jambi.

“Desa-desa ini menjadi contoh bagaimana kebudayaan dapat tumbuh menjadi kekuatan pembangunan. Ini baru ujung gunung es, karena hampir setiap desa di Indonesia memiliki kekayaan ekspresi budaya yang unik,” ujar Fadli Zon melalui keterangan resmi di Jakarta, Ahad.

Fondasi Kebudayaan Nasional

Program Pemajuan Kebudayaan Desa merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan yang telah berjalan sejak 2021. Pada tahun 2025, program ini melibatkan 150 desa baru, menambah jangkauan yang sebelumnya telah menyentuh lebih dari 550 desa dari Sumatera hingga Papua.

Proses penilaian dilakukan secara ketat melalui tiga tahapan utama: Temu Kenali, Pengembangan, dan Pemanfaatan, dengan melibatkan dewan juri lintas disiplin.

Dalam kunjungannya ke Samosir, Menbud juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat penetapan cagar budaya tingkat nasional di daerah.

“Kabupaten Samosir memiliki kekayaan luar biasa. Dari 83 cagar budaya tingkat kabupaten yang ada, kami akan mendorong percepatan agar lebih banyak yang naik status menjadi cagar budaya tingkat nasional,” tegas Fadli.

Apresiasi Desa Budaya ini diharapkan bukan sekadar menjadi penghargaan seremonial, melainkan pemantik semangat bagi ribuan desa lain di Indonesia. Fadli menekankan bahwa kebudayaan adalah sumber daya abadi yang harus dijaga lintas generasi sebagai fondasi jati diri, kemandirian, dan kesejahteraan bangsa.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |