Israel Perluas Pencaplokan Lebanon, Suriah, dan Gaza

4 days ago 23

Asap mengepul setelah serangan udara Israel menargetkan pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, Lebanon 8 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Israel memperluas ofensif daratnya di Lebanon selatan melalui sejumlah poros serangan untuk membangun zona penyangga yang mereka deklarasikan sendiri. Langkah ini menandai eskalasi terbaru di tengah gencatan senjata yang secara resmi masih berlaku antara kedua pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk mengintensifkan dan memperluas operasi militer terhadap Lebanon, sebuah langkah yang dapat semakin mempersulit upaya untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut. 

Dalam pernyataan terbarunya, Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan militer Israel untuk memperluas cakupan operasinya di Lebanon. Pengumuman tersebut muncul pada saat kontak dan diskusi antara pejabat Israel dan Lebanon dilaporkan sedang berlangsung.

Sementara Teheran terus bersikeras bahwa diakhirinya aksi militer Israel di berbagai bidang, terutama di Lebanon, harus menjadi komponen utama dari setiap potensi perjanjian dengan Washington. 

Perdana Menteri Israel juga mengindikasikan bahwa operasi militer di Lebanon selatan akan terus berlanjut di masa mendatang, dan menggambarkan misi tersebut sebagai misi yang “membutuhkan waktu” untuk diselesaikan. 

Dia menambahkan bahwa dia telah mengarahkan militer untuk mengintensifkan serangan terhadap posisi Hizbullah. Netanyahu lebih lanjut mengklaim bahwa pasukan Israel telah membunuh sekitar 700 anggota Hizbullah selama bulan Mei dan mengatakan jumlah total korban Hizbullah sejak Maret telah mencapai sekitar 8.000 orang. 

Angka-angka ini belum diverifikasi secara independen. Laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon, banyak dari korban serangan Israel adalah perempuan, anak-anak, dan petugas medis.

Pemimpin Israel juga menunjuk pada kehadiran militer Israel di kawasan Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di Lebanon selatan, dan menggambarkannya sebagai bagian dari strategi keamanan yang lebih luas. Menurut Netanyahu, Israel secara bersamaan melakukan operasi di beberapa bidang, termasuk Lebanon, Suriah, dan Gaza, di mana Israel telah menetapkan apa yang disebutnya sebagai zona penyangga keamanan.

Read Entire Article
Politics | | | |