Kawasan Wisata Lembang Bandung Sepi di Libur Imlek dan Jelang Ramadhan 2026

4 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kawasan wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat terpantau lengang di momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 pada Selasa (17/2/2026). Hal itu dikarenakan puncak libur panjang yang berdekatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini sudah terlewati.

Public Relation The Great Asia Africa (TGAA) Lembang Intania Setiati mengatakan, puncak libur panjang di momen Imlek dan jelang Ramadhan ini terjadi pada Ahad (15/2/2026). Dimana kunjungan meningkat hingga 25 persen dibandingkan akhir pekan biasanya.

"Hari ini memang agak sepi. Sepertinya puncaknya Minggu (Ahad) sama Senin kemarin. Naik alhamdulillah sampai 25 persen kunjungan," kata Intania.

Menurutnya, wisatawan kebanyakan sudah kembali ke daerah asalnya karena sudah mendekati bulan puasa. Wisatawan yang berkunjung ke TGAA biasanya didominasi dari Jabodetabek dan sekitarnya.

"Mungkin kebanyakan mau pada munggahan sama keluarga. Jadi hari ini cenderung menurun. Kalau cuaca alhamdulillah cukup bersahabat," ujar Intania.

Hal serupa terjadi di Manager Operasional Floating Market Lembang. Dia mengatakan, momen peningkatan kunjungan wisatawan di libur panjang ini sudah terlewati. Pengelola mencatat kenaikan hanya sekitar 10 persen, menandakan momentum libur belum sepenuhnya mendorong mobilitas wisata seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Peningkatan tersebut relatif terbatas karena periode libur berdekatan dengan persiapan masyarakat menyambut Ramadan, sehingga sebagian memilih menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan aktivitas tradisi lainnya.

"Pada libur panjang Imlek ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan. Sekitar 10 persen peningkatan kunjungan wisatawan," ucap Melani.

Menurut Melanie, komposisi pengunjung masih didominasi wisatawan domestik luar Bandung. Selain itu, wisatawan mancanegara juga tercatat hadir meski terbatas pada pasar regional. "Dari luar kota masih ada. Turis asing juga ada, kebanyakan dari Malaysia dan Singapura," ucap Melani.

Menghadapi dinamika tersebut, ia mengungkapkan, pengelola mulai mengalihkan fokus persiapan pada momentum libur Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diperkirakan menjadi periode kunjungan puncak berikutnya. Berbagai pembaruan wahana disiapkan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata keluarga.

Salah satu fasilitas terbaru adalah Kereta Danau serta wahana Floating Cruise Lambho yang dirancang untuk memberikan pengalaman rekreasi berbasis air bagi seluruh anggota keluarga.

"Yang terbaru masih sangat baru, ada Kereta Danau dan Floating Cruise Lambho. Tujuannya supaya wahana itu bisa dinikmati bersama seluruh anggota keluarga," jelasnya.

Diterangkan Melanie, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan pengelola dalam menjaga kenyamanan pengunjung. Meski hujan kerap turun pada sore hari, kawasan wisata menyediakan alternatif aktivitas di area kuliner.

"Kami berharap cuaca baik. Kalau hujan, pengunjung bisa menikmati hidangan di food court atau pasar apung sambil menunggu," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |