Para petugas haji yang tergabung dalam Petuga Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 asal DIY berfoto bersama Plt Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj DIY, M. Jauhar Mustofa, dan jajarannya di Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan silaturahim para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 yang berasal dari DIY, Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj DIY, M. Jauhar Mustofa memberikan pesan agar para petugas haji tersebut bekerja di Tanah Suci dengan penuh keikhlasan.
"Saudara-saudara semua sudah menjalani pembekalan yang luar biasa. Dari yang sebelumnya 10 hari saja, saat ini menjadi 20 hari offline plus 10 hari online. Ini jadi progres yang baik bagi Kemenhaj dan pemerintah secara umum. Saya berpesan agar pekerjaan ini dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan bertanggung jawab demi kelancaran pelayanan jamaah haji Indonesia," kata Jauhar di Yogyakarta, Jumat sore.
Ia menegaskan, para petugas haji nantinya akan ditempatkan di tiga daerah kerja (daker) yakni Makkah, Madinah, dan bandara. Ketiga daker itulah yang nantinya akan menjadi keseharian para petugas. Oleh karena itu, seluruh personel tersebut harus mempersiapkan antisipasi, mitigasi, dan solusi dalam menangani berbagai persoalan yang muncul.
"Sebagai petugas, haram hukumnya menjawab pertanyaan jamaah dengan jawaban 'tidak tahu'. Dengan mengenakan rompi itu maka Anda adalah petugas haji Indonesia. Sehingga kita dimintai pertolongan oleh jamaah maka Anda wajib memberikan bantuan," kata Jauhar.
Mantan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) DIY itu juga mengingatkan bahwa para petugas juga harus bersyukur mendapatkan tugas mulia yakni melayani tamu-tamu Allah SWT. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa yang menjadi ibadah para petugas haji adalah memberikan pelayanan semaksimal mungkin pada para jamaah haji, bukan malah sibuk beribadah haji sendiri.
"Saru (malu-Red) kalau petugas haji di Tanah Suci nanti malah setiap hari pergi (beribadah) ke (Masjidil) Haram," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj DIY, Agus Nur, berharap para PPIH Arab Saudi 2026 bisa berkolaborasi dengan para petugas kloter asal DIY yang berjumlah 11 orang dan saat ini tengah menjalani diklat di Embarkasi Solo.
"Harapannya ketika di sana (Tanah Suci) nanti jika terdapat yang membutuhkan bantuan terkait permasalahan yang dihadapi jamaah haji asal DIY bisa saling membantu, minimal lewat Whatsapp Group, terutama saat puncak haji di Armuzna," kata Agus.

2 hours ago
3















































