Gagal SNBP Bukan Akhir Segalanya, Universitas BSI Siapkan Jalan Suksesmu

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan salah satu jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang paling diminati. Namun, tingginya tingkat persaingan membuat tidak semua siswa dapat lolos, meskipun memiliki prestasi akademik yang baik. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran bagi siswa dan orang tua dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya.

Berbeda dengan jalur ujian tertulis, SNBP menekankan konsistensi nilai rapor, prestasi pendukung, serta rekam jejak siswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, jalur ini menuntut persiapan jangka panjang dan strategi yang matang sejak dini, khususnya bagi siswa kelas X hingga XII.

Sistem Penilaian SNBP: Tidak Sekadar Nilai Rapor

Dalam SNBP, nilai rapor menjadi komponen utama penilaian, terutama pada mata pelajaran inti yang relevan dengan program studi yang dipilih. Selain itu, prestasi non-akademik seperti kejuaraan, keaktifan organisasi, dan kegiatan ekstrakurikuler menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Perguruan tinggi juga mempertimbangkan peringkat siswa di kelas serta akreditasi sekolah. Artinya, siswa tidak hanya bersaing secara individu, tapi juga membawa reputasi sekolahnya dalam proses seleksi.

Strategi Akademik agar Peluang Lolos SNBP 2026 Lebih Besar

Kunci utama lolos SNBP adalah konsistensi akademik. Nilai rapor yang stabil dan cenderung meningkat sejak kelas X menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab belajar.

Selain itu, pemilihan jurusan harus dilakukan secara realistis dan sesuai dengan potensi diri. Siswa jurusan IPA perlu memperkuat mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan siswa jurusan IPS perlu fokus pada Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi sesuai jurusan yang dituju.

Prestasi Non-akademik sebagai Nilai Tambah Kompetitif

SNBP tidak hanya menilai kemampuan akademik. Keaktifan dalam organisasi seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), pramuka, olahraga, seni, hingga lomba akademik dan digital mencerminkan soft skill penting seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan kreativitas.

Prestasi di bidang desain grafis, konten digital, karya tulis ilmiah, debat, maupun olahraga dapat menjadi pembeda kuat di tengah ketatnya persaingan SNBP 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |