REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus campak terus meningkat dan mengancam nyawa. Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Bahkan di Sumenep, sebanyak 20 anak meninggal dunia akibat campak.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan lonjakan kasus campak di berbagai daerah merupakan alarm keras untuk tidak lagi menganggap penyakit ini sebagai penyakit ringan. Campak, kata dia, bisa menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru, radang otak, kebutaan, hingga kematian.
"Campak itu bukan penyakit ringan, komplikasinya bisa berat. Saya juga di tempat praktik sering menemukan anak dengan campak ini. Dan rata-rata memang pasien tidak diimunisasi, jadi sebetulnya ini adalah sebuah wake up call ya, alarm yang harus menyadarkan kita bahwa campak ini tidak bisa dianggap ringan," kata dr Piprim dalam diskusi virtual pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut dr Piprim, salah satu persoalan kasus campak pada anak terletak pada rendahnya cakupan imunisasi. Padahal, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan vaksinnya tersedia secara gratis.
Namun, untuk mencapai cakupan imunisasi yang memadai tidaklah mudah. la menyebut berbagai kendala di lapangan mulai dari kesulitan akses layanan kesehatan, kerusakan vaksin akibat masalah cold chain, hingga penolakan atau keraguan vaksin akibat mitos yang beredar di masyarakat.
Karena tingkat penularannya sangat tinggi, cakupan imunisasi harus berada pada level tinggi untuk membentuk kekebalan kelompok. Jika cakupan turun, misalnya hanya sekitar 60 persen, maka kejadian luar biasa (KLB) mudah terjadi di berbagai daerah.
"KLB ini menunjukkan cakupan imunisasi tidak tercapai. Dokter mungkin sudah banyak dikirim, tetapi kalau vaksinnya tidak tersedia, rusak, atau tidak bisa diberikan, tetap saja kasus campak muncul di mana-mana," kata dr Piprim.
Selain imunisasi, dr Piprim mengingatkan pentingnya perbaikan nutrisi, terutama asupan tinggi protein hewani untuk memperkuat daya tahan tubuh anak. la juga meminta orang tua mengenali tanda bahaya campak, seperti sesak napas akibat pneumonia. Anak dengan gejala berat harus segera dirujuk dan dirawat di rumah sakit.
"Jangan sampai dibiarkan di rumah tanpa mengenali tanda bahaya, lalu meninggal karena tidak mendapat pertolongan yang memadai," kata dia.

3 days ago
19















































