Khutbah Idul Fitri 2026: Musibah Akibat Perbuatan Manusia Merusak Alam

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Dr Dadang Kahmad, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْزَلَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَنُوْرًا وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى,! نَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

Kaum Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan dan pencipta semesta alam, yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga pada pagi yang mulia ini kita dapat menunaikan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.  

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Idul Fitri yang dirayakan hari ini adalah momentum dimana kita kembali kepada fitrah: baik fitrah iman, fitrah akhlak, dan fitrah sebagai khalifah di muka bumi. Kita bergembira dan bahagia hari ini karena  sebulan penuh kita telah dilatih menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan membersihkan jiwa sehingga berdampak kepada peningkatan ketakwaan kita terhadap Allah SwT. Diharapkan kita mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari hari kita, termasuk dalam sikap dan perilaku kita terhadap alam semesta tempat dimana kita hidup dan menikmati keindahannya.

Pada akhir-akhir ini, kita menyaksikan keprihatinan yang sangat dalam terhadap kenyataan pahit yang menimpa rakyat dan negara kita, maupun di mancanegara. Tragedi banjir terjadi di mana-mana, kekeringan berkepanjangan, tanah longsor, krisis air bersih, udara tercemar, perubahan iklim, dan bencana demi bencana yang silih berganti.

Bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan korban harta yang tiada terkira. Semua ini bukan semata-mata takdir tanpa sebab tetapi karena terjadi kerusakan alam yang diakibatkan oleh tangan manusia, dimana seharusnya  manusia itu sebagai pemelihara alam tetapi kenyataannya menjadi perusak alam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan dengan sangat jelas dalam Alquran:

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ  

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Read Entire Article
Politics | | | |