Kiamat Uang Tunai?

2 hours ago 5

Image Oki Cahyo Saputro

Gaya Hidup | 2026-02-12 15:24:22

kiamat uang tunai?

Pernah nggak sih kamu lagi asyik antre di kasir, pas mau bayar ternyata lupa bawa cash, tapi langsung merasa aman karena ada QRIS di meja kasir? Fenomena ini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah jadi gaya hidup baru yang perlahan membuat lembaran uang kertas di dompet kita jadi penghuni langka. Sebagian orang menyebutnya sebagai "kiamat uang tunai", kedengarannya ngeri ya? Tapi sebenarnya, ini adalah tanda kalau kita sedang melompat ke masa depan yang serba digital.

Kalau kita perhatikan, sekarang semua sudah serba cashless. Mau bayar parkir tinggal tempel kartu, jajan seblak di pinggir jalan tinggal scan barcode, sampai kasih angpao pun sudah bisa lewat transfer saldo. Pertanyaannya, apakah ini berarti uang fisik bakal benar-benar punah? Rasanya bukan punah ya, tapi peranannya memang sedang digeser oleh angka-angka digital yang lebih praktis dan cepat.

Coba deh kamu bayangkan, seberapa sering kamu merasa repot karena harus cari kembalian atau nunggu kasir bongkar-bongkar laci demi uang receh? Nah, di sinilah sistem digital jadi pahlawan. Selain lebih higienis karena nggak perlu oper-operan kertas yang penuh kuman, semua pengeluaran kita jadi tercatat otomatis di aplikasi. Jadi nggak ada lagi tuh drama "perasaan kemarin masih punya seratus ribu, sekarang sisa dua ribu, buat apa ya?". Hayo, siapa yang sering begini?

Tapi, di balik kemudahannya, tentu ada tantangan yang harus kita hadapi bareng-bareng. Gimana dengan saudara-saudara kita yang belum punya akses internet atau mereka yang tinggal di pelosok? Di sinilah kita butuh keseimbangan. Transaksi digital memang keren dan gaul, tapi inklusi keuangan itu jauh lebih penting supaya nggak ada yang tertinggal di era "kiamat" tunai ini. Belum lagi soal keamanan data; kita harus makin jago jaga PIN dan jangan asal klik link yang mencurigakan.

Pada akhirnya, kiamat uang tunai bukan berarti uangnya hilang, tapi cara kita "memegang" uang yang berubah. Kita diajak untuk lebih melek teknologi tapi tetap bijak dalam mengelola saldo. Jangan sampai karena cuma modal klik-klik saja, eh tiba-tiba saldo habis sebelum akhir bulan karena lapar mata lihat promo di e-commerce.

Jadi, menurut kamu, kita sudah benar-benar siap belum sih kalau besok semua toko nggak terima uang tunai sama sekali? Atau kamu tipe yang masih merasa "nggak afdol" kalau belum pegang fisik uangnya?

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |