Kisah Nabi Menyaksikan Bukti Keadilan Allah

6 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu ketika, Nabi Musa AS sedang merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah. Kemudian, tebersit dalam pikirannya tentang makna keadilan.

Rasul dari kalangan Bani Israil itu sangat penasaran, bagaimana Allah menjatuhkan keadilan-Nya atas seluruh makhluk di dunia? “Ya Tuhanku," kata Musa AS berdoa, "kumohon, perlihatkanlah kepadaku keadilan dari sisi-Mu.”

“Sesungguhnya kamu adalah seorang yang terburu-buru. Kau sungguh tidak akan mampu bersabar,” firman Allah SWT kepada nabi-Nya itu.

“Insya Allah, hamba dapat bersabar dengan apa yang Engkau tentukan terjadi, ya Allah,” jawab Nabi Musa dengan nada membujuk.

Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya itu. Nabi Musa diperintahkan untuk pergi ke dekat sebuah mata air. Di sana, dirinya lalu bersembunyi di balik batu cukup besar. Ia pun disuruh untuk menyaksikan peristiwa yang akan terjadi sebentar lagi.

“Di sana, kamu akan melihat sebagian dari kekuasaan dan ilmu-Ku,” firman Allah Azza wa Jalla.

Tidak lama kemudian, dari jarak cukup jauh Nabi Musa melihat seorang penunggang kuda mendekati oasis tersebut. Pria ini lalu turun dari kudanya, mencuci tangan serta wajahnya, dan minum. Di sisi kuda itu, tergeletak tas milik lelaki tersebut. Penutupnya sedikit terbuka dan menampakkan koin-koin emas begitu banyaknya.

Lelaki tersebut kemudian melaksanakan shalat. Sesudah itu, ia kembali menaiki kudanya. Sayang sekali, tas yang berisi keping-keping emas miliknya itu tertinggal. Melihat itu, Nabi Musa nyaris berteriak memanggil orang tersebut. Akan tetapi, yang hendak dipanggil sudah terlebih dahulu pergi sembari terus memacu kudanya.

Beberapa saat kemudian, datanglah seorang anak kecil. Masih dari balik batu besar, Nabi Musa memperhatikan bahwa bocah itu melihat tas yang telah ditinggalkan si penunggang kuda. Tanpa basa-basi, anak ini meraih tas tersebut dan membawanya pergi. Hampir saja Nabi Musa berteriak memanggilnya agar jangan mengambil barang yang bukan haknya. Namun, si bocah sudah beranjak pergi.

Tak lama berselang, seorang kakek mendekati sumber air ini. Nabi Musa mengetahui bahwa pria tua tersebut buta karena melihat dari gelagatnya. Setelah minum, si kakek mengambil air wudhu, lalu melaksanakan shalat.

Tiba-tiba, penunggang kuda yang tadi kembali ke oasis tersebut. Tampaknya, ia sudah menyadari bahwa tasnya yang berisi koin-koin emas tertinggal di sana. Dijumpainya si kakek tunanetra.

Read Entire Article
Politics | | | |