REPUBLIKA.CO.ID, PADANG, – Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melakukan peninjauan langsung terhadap proses rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (5/9). Kunjungan ini bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan lancar agar kegiatan belajar mengajar dapat segera pulih.
Peninjauan difokuskan ke dua sekolah dasar, yaitu SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, dan SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Kedua sekolah ini mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Agung Widyantoro menegaskan bahwa Komisi X DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), untuk memberikan perhatian lebih pada daerah-daerah yang terdampak bencana. Menurutnya, sektor pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena musibah.
"Komisi X DPR RI terus mendorong pemerintah pusat terutama Kemendikdasmen untuk memberikan perhatian terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman," ujar Agung Widyantoro di sela-sela peninjauan.
Apresiasi Pemkot Padang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan dan perhatian dari Komisi X DPR RI serta Kemendikdasmen. Ia menyebut bantuan ini sangat krusial mengingat banyaknya fasilitas pendidikan di Kota Padang yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena cukup banyak sekolah-sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi dan membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Kami juga berharap rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana dapat segera diselesaikan sehingga proses belajar berjalan efektif," jelas Maigus Nasir.
Detail Anggaran dan Fasilitas
Kepala SDN 04 Baringin, Hessy Maibetri, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima anggaran rehabilitasi dari Kemendikdasmen sekitar Rp1,3 miliar. Dana tersebut ditargetkan selesai digunakan pada akhir September 2026. Bantuan ini mencakup pembangunan enam ruang kelas, dua ruang administrasi, ruang UKS, perpustakaan, tiga unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah agar lebih tinggi sehingga tidak mudah terendam banjir. Selain itu, bantuan juga meliputi pengadaan mebel.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Komisi X DPR RI yang telah memberikan dukungan kepada sekolah kami sehingga rehabilitasi ini dapat dilaksanakan. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke SDN 03 Air Dingin," kata Hessy.
Sementara itu, Kepala SDN 32 Kuranji, Ade Yulianto, menyebutkan bahwa sekolahnya memperoleh anggaran rehabilitasi yang lebih besar, yakni Rp1,7 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 15 paket rehabilitasi bangunan dan 11 paket pengadaan mebel.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minpora, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, dan Camat Kuranji Rozaldi Rosman.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

14 hours ago
14













































