Konflik di Timur Tengah Memanas, GP Ansor Ingatkan Pentingnya Persatuan Nasional

2 hours ago 3

Para pengunjuk rasa memegang tanda selama protes Hentikan Perang terhadap Iran di luar Balai Kota di Los Angeles, California, AS, 02 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi konflik militer di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi dan ekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dinilai berpotensi memperluas dampak geopolitik hingga mempengaruhi kondisi ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai konflik di kawasan tersebut tidak hanya berdampak secara regional, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap rantai pasok energi dunia dan dinamika politik internasional. Gangguan terhadap jalur distribusi energi global dapat memicu tekanan ekonomi di berbagai negara.

Sejumlah pengamat menilai eskalasi konflik berpotensi mengganggu jalur distribusi energi yang melewati Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi rute penting bagi sekitar 20 persen pasokan energi dunia.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut bangsa Indonesia menjaga persatuan nasional. “Langkah Presiden yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” kata Addin di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Addin, terdapat dua aspek penting yang perlu dijaga dalam menghadapi dampak konflik global, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan.

“Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” kata Addin.

GP Ansor juga mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional. Organisasi ini meminta publik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” kata Addin.

GP Ansor menilai dengan menjaga persatuan nasional, Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan geopolitik global sekaligus tetap berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.

Read Entire Article
Politics | | | |